Ratusan Orang Diduga Terlibat Aksi Vandalisme di Bandung Digunduli Polisi

Ratusan Orang Diduga Terlibat Aksi Vandalisme di Bandung Digunduli Polisi
PERISTIWA | 1 Mei 2019 19:49 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Peringatan Hari Buruh di Kota Bandung diwarnai aksi ratusan pemuda turun ke jalan. Polisi mengamankan mereka karena dianggap mengganggu ketertiban umum, dengan melakukan aksi vandalisme di sejumlah fasilitas umum.

Dari pantauan, salah satu aksi vandalisme terlihat di tembok SLB C Plus, Jalan Singa Perbangsa, Kota Bandung. Tulisan menggunakan cat semprot 'Kapitalisme Jahat', 'Polisi ACAB (All Cops are Bastrad)' tertera di tembok.

Khawatir aksinya semakin meresahkan, polisi membubarkan massa sekaligus mengamankan ratusan pemuda ke Mapolrestabes Bandung. Pasalnya sempat terjadi kericuhan antarkedua belah pihak. Setelah dikumpulkan, mereka digunduli, didata serta dimintai keterangan terkait motifnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, pemuda yang diamankan diduga terlibat dalam aksi tersebut berjumlah 619 orang. Dari jumlah itu, yang masuk kategori dewasa 326 orang, di bawah umur 293 orang. Ada 14 wanita yang empat di antaranya di bawah umur.

"Motif masih kita dalami. Kita kumpulkan di sini untuk pendataan identitas dan tujuan mereka ikut aksi ini," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema, Rabu (1/4).

Irman menyatakan, ada sebagian dari mereka yang diperiksa secara intensif. Meski begitu, ia tidak merinci berapa orang dan alasannya. "Ada beberapa yang kita periksa intensif (di Mapolrestabes Bandung)," ucapnya.

Sisanya, ratusan orang yang sudah didata dibawa ke Mako Brimob Polda Jabar di Jatinangor, Kabupaten Sumedang untuk pendataan lebih lanjut.

Sebelumnya, Rizki Azriel (14) bersama temannya, Dindin (14) mengaku tidak tahu menahu mengapa ikut diamankan polisi. Keduanya sedang asyik ngopi di sekitar Monumen Perjuangan.

"Saya tiba-tiba dibawa sama Pak Polisi. Saya juga enggak ngerti. Aksi-aksi gitu juga enggak tahu. Dibawa ke sini (Mapolres), terus dibotakin," kata siswa kelas VIII SMP itu di sela pendataan polisi.

Sedangkan Aji (17) mengakui ikut aksi setelah mendapat informasi dari media sosial. Ia bersama ketiga rekannya sengaja datang dari Subang untuk bergabung dengan kelompok tersebut. "Saya tahunya aksi ini bagian dari aksi May Day," ucapnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Penjagaan Ketat Aparat Kepolisian di Aksi May Day 2019
Pasukan Bendera Hitam Beraksi di May Day 2019
Aksi Buruh Perempuan di May Day 2019
VIDEO: Suar Asap Dan Kembang Api Tutup Aksi May Day di Jakarta
May Day Tinggalkan Jejak Orasi Buruh Lewat Coretan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami