Ratusan pengojek pangkalan datangi Polrestabes Bandung bahas GO-JEK

PERISTIWA | 26 Oktober 2015 15:23 Reporter : Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Ratusan pengojek pangkalan mendatangi Mapolrestabes Bandung, Senin (26/10). Kedatangan mereka tak lain mempertanyakan operasional ojek online yang dinilai sudah seenaknya mengambil muatan ojek konvensional.

Kedatangan pengojek konvensional ini disambut Wakapolrestabes Bandung AKBP Gatot Sujono dan Kapolsek yang ada di wilayah hukum Polrestabes Bandung. Pelaku ojek ini beraudiensi di ruang tengah Mapolrestabes Bandung.

"Kami selama ini melihat bahwa GO-JEK mengambil muatan ojek pangkalan," kata Ketua Paguyuban Angkutan Roda Dua Bandung (PAB) Kukuh Rianto usai beraudiensi.

Hal itu berkaca dari pertikaian yang terjadi di Cibiru Kota Bandung beberapa waktu lalu, di mana beberapa sopir GO-JEK mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Dia melanjutkan, bukan berarti ojek konvensional yang sudah lama beroperasi tidak menerima kehadiran gojek. Ada 6.682 anggota ojek pangkalan (Opang) yang siap bersinergi. Namun beberapa syarat tetap harus dipenuhi agar persaingan bisnis transportasi tidak memicu perselisihan.

"Kami meminta GO-JEK tidak mengambil penumpang di pangkalan. Maksudnya di wilayah ojek pangkalan," ujarnya.

Jadi sopir GO-JEK tetap beroperasi di jalur bebas, tapi ketika masuk ke wilayah ojek pangkalan diestafetkan. "GO-JEK menyerahkan penumpangnya ke sopir opang."

Begitu juga dengan penjemputan yang ada di wilayah Opang. Di mana sopir Gojek hanya bisa menjemputnya di Opang. Artinya Opang bisa membawa penumpang yang memasan GO-JEK hingga ke pangkalan. Untuk kemudian diserahkan ke ojek online.

"Jadi kita bersinergi. Kalau ginikan enak, enggak akan ada kekacauan," terangnya.

Selama ini GO-JEK juga diendus sudah tidak beratribut lagi saat beroperasi. Nah, dia ingin GO-JEK tetap profesional. Saat bekerja pengojek GO-JEK harus menggunakan pakaian identitasnya. Keberadaan GO-JEK sangat mudah diketahui karena bisa dilihat secara online.

"GO-JEK harus diatributkan. Kan ada atributnya, kenapa enggak dipakai? Kita bisa lihatkan di Android keberadaan mereka di mana dan ke mana," terangnya.

Wakapolrestabes Bandung AKBP Gatot Sujono berjanji menampung aspirasi para Opang berkaitan keberadaan Gojek yang selama ini beroperasi.

"Hasil pertemuan ini kami akomodir, lalu kami sampaikan ke Wali Kota Bandung," kata Gatot di tempat sama. (mdk/cob)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.