Rawan Longsor, Warga Banjarnegara Diminta Waspada Curah Hujan Tinggi

Rawan Longsor, Warga Banjarnegara Diminta Waspada Curah Hujan Tinggi
Tanah Longsor di Banjarnegara. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama
NEWS | 17 Januari 2022 00:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Warga Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diminta mewaspadai peningkatan curah hujan tinggi. Dikhawatirkan memicu bencana hidrometeorologi.

"Waspadai potensi hujan lebat dengan durasi yang panjang karena dikhawatirkan bisa memicu bencana longsor, angin kencang maupun banjir," kata Plh. Bupati Banjarnegara Syamsudin melalui siaran pers yang diterima di Purwokerto, Minggu (16/1).

Kondisi Banjarnegara rawan bencana. Semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan. Mulai dari jajaran pemerintah daerah hingga seluruh masyarakat.

"Banjarnegara mempunyai risiko sedang sampai dengan tinggi kemungkinan terjadinya bencana alam, terutama tanah longsor," katanya.

Menurutnya, peningkatan curah hujan berpotensi terjadi pada puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada periode Januari - Februari 2022.

"Karena itu mengingat sejumlah desa di Banjarnegara merupakan wilayah rawan longsor sehingga masyarakat perlu tetap waspada dan siaga saat turun hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasi yang lama, terutama bagi mereka yang tinggal di area lereng atau perbukitan," katanya.

Masyarakat dapat segera melaporkan kepada perangkat desa jika menemukan adanya retakan atau rekahan tanah.

"Segera laporkan pada perangkat desa atau dapat juga melaporkan ke BPBD Banjarnegara jika menemukan tanda-tanda awal bencana longsor seperti retakan dan rekahan tanah," katanya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat di wilayah ini untuk ikut berperan aktif dalam program pengurangan risiko atau mitigasi bencana dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan dan kehati-hatian.

"Apabila terjadi tanda-tanda tanah longsor seperti adanya pohon yang miring, adanya rekahan tanah dan adanya air yang mengalir dari tebing dan berwarna keruh maka perlu waspada dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman," katanya.

Sementara itu, Koordinator Bencana Geologi Pusat Mitigasi Universitas Jenderal Soedirman Dr. Indra Permanajati mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air yang ada di dalamnya termasuk curah hujan.

"Bencana ini meliputi bencana banjir, longsor, angin puting beliung, dan bencana lain karena kondisi cuaca dan peningkatan intensitas air saat musim hujan seperti sekarang ini," katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana. (mdk/noe)

Baca juga:
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem 17-22 Januari 2022
Prediksi BMKG: Jabodetabek Alami Puncak Musim Hujan Januari Ini, Catat Waktunya
Puncak Musim Hujan Berlangsung hingga Februari, Warga Jatim Diminta Waspadai Ini
Diduga Disambar Petir, Pria di Ciamis Ditemukan Tewas di Kebun dengan Wajah Gosong
Badai Salju Tewaskan 16 Wisatawan di Pakistan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami