Rawat WN China, RSUP Dr Sardjito Yogya Bantah Pasien Terkena Virus Corona

PERISTIWA | 29 Januari 2020 19:43 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Seorang balita berkewarganegaraan China menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito sejak Selasa (28/1). Sempat beredar kabar jika balita asal Shanghai, China ini terkena virus Corona namun kabar itu dibantah oleh Kasubag Humas dan Protokol RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan.

Banu menerangkan bahwa pasien yang dirawat di RSUP Dr Sardjito ini merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain di Sleman. Pasien itu dirujuk ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (28/1) sore.

Banu menerangkan pasien yang dirujuk ke RSUP Dr Sardjito merupakan wisatawan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta. Pasien ini datang berwisata ke Yogyakarta bersama kedua orangtuanya.

"Jadi pasien itu masuk karena keluhan yang utamanya karena dia enggak mau makan, enggak mau minum. Dia habis travel, perjalanan dari China dan kondisi tubuhnya panas. Sampai 38 derajat celcius. Kemudian batuk dan pilek," ujar Banu.

Banu menerangkan oleh rumah sakit yang merujuk pasien ke RSUP Sardjito memang sempat didiagnosis virus Corona namun setelah dilakukan pemeriksaan klinis diketahui pasien tak terbukti terjangkit virus Corona.

Sementara itu dokter spesialis paru anak di RSUP Dr Sardjito, Amalia menyebut saat datang pertama pasien datang dengan kondisi demam, batuk, pilek dan tidak mau makan maupun minum. Meskipun demikian pasien tidak mengalami sesak napas.

"Kita rawat. Kita beri cairan tambahan karena mungkin faktor cuaca yang berbeda.Alhamdulillah, sampai siang ini tidak demam, mau makan. Infus sudah lepas. Tidak ada pneumonia atau radang paru-paru," terang Amalia.

"Dari pemeriksaan klinis tidak akan tanda ke sana (terkena virus Corona). Kalau kondisinya membaik sudah boleh pulang besok," imbuh Amalia. (mdk/bal)

Baca juga:
Potret Raffi Ahmad dan Nagita Liburan di Prancis Pakai Masker, Gara-gara Virus Corona
Dampak Virus Corona, Mahasiswa Asal Aceh Minta Dievakuasi dari Wuhan China
Virus Corona Sudah Sampai di Timur Tengah, Satu Keluarga di UEA Terinfeksi
Wabah Virus Corona, UNS Pantau 17 Mahasiswa yang Lanjutkan Studi di China
Wuhan Diisolir, Didiet Belum Kembali ke China untuk Lanjutkan Kuliah
BNPB Kirim 10.000 Masker untuk WNI di Wuhan
Kasus Pertama, Sekeluarga di Uni Emirat Arab Terserang Virus Corona

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.