Rayakan ulang tahun, 2 pemuda tewas tenggelam di Karanghawu

PERISTIWA | 23 November 2014 16:29 Reporter : Hery H Winarno

Merdeka.com - Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap seorang wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat, yang tenggelam di Pantai Karanghawu, Kabupaten Sukabumi. Pencarian oleh tim SAR gabungan hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Korban tenggelam bernama Fahrul Rohman (17) warga Villa Bekasi Indah, Tambun Selatan, Bekasi. Korban tenggelam pada Sabtu (22/11) bersama seorang rekannya bernama Putra Pradana (18) yang beralamat sama namun sudah ditemukan jasadnya beberapa menit setelah kejadian.

"Saat ini kami membentuk dua tim untuk melakukan pencarian jasad korban, tim pertama melakukan penyisiran di darat dan tim kedua melakukan pencarian di tengah laut, namun hingga kini jasad korban belum kami temukan," kata Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Pajri kepada Antara, Minggu.

Menurut Okih, jika melihat cuaca diharapkan hari ini juga jasad korban bisa ditemukan, namun cuaca tidak bisa diprediksi apalagi siang menjelang sore ini angin bertiup cukup kencang yang bisa mempengaruhi tinggi gelombang yang hingga kini sudah mencapai sekitar dua meter.

I mengatakan untuk mempermudah pencarian, pihaknya menggunakan perahu dan berkoordinasi dengan nelayan setempat. Sesuai prosedur pencarian akan dilakukan selama satu pekan atau tujuh hari, jika tidak ditemukan maka operasi SAR ini akan ditutup hingga ada informasi lebih lanjut tentang kondisi jasad korban.

"Kami berharap cuaca mendukung dalam pencarian, ada dugaan jasad korban belum muncul ke permukaan karena lokasi hilangnya korban berada di daerah berkarang dan memiliki palung laut yang cukup dalam ditambah arus air deras," tambahnya.

Sementara paman korban, Fikri mengatakan, Fahrul (korban,red) merupakan anak semata wayang kakaknya yakni pasangan F Rizal dan Iis Susana. Awalnya, keponakannya itu minta izin ke orangtuanya akan merayakan ulang tahun salah satu rekannya di Puncak, Cianjur, namun tidak diketahui kenapa mereka jadi datang ke Palabuhanratu.

"Kami hanya bisa pasrah dan mau tidak mau ikhlas, yang terpenting jasad keponakan saya bisa segera ditemukan dalam kondisi apapun. Bahkan, kami juga meminta bantuan paranormal agar jasadnya muncul ke permukaan," katanya.

(mdk/hhw)

TOPIK TERKAIT