Reaksi Jokowi Lihat Langsung Pintu Maut 12 Stadion Kanjuruhan

Reaksi Jokowi Lihat Langsung Pintu Maut 12 Stadion Kanjuruhan
Jokowi cek stadion Kanjuruhan. ©2022 BPMI Setpres
NEWS | 6 Oktober 2022 08:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Tragedi kemanusiaan Stadion Kanjuruhan mendapatkan atensi penuh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selang beberapa hari setelah insiden kelam sepak bola itu, kepala negara langsung bertolak ke Kota Malang, Jawa Timur untuk mengecek kondisi stadion.

Jokowi mendatangi Stadion Kanjuruhan pada Rabu (5/10) sore kemarin. Dia betul-betul ingin mengetahui akar masalah kerusuhan yang menelan korban jiwa ratusan orang usai derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya itu.

Ditemani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan sejumlah pejabat, Jokowi mengelilingi stadion yang bisa menampung sekitar 30 ribu penonton itu. Dia terlihat menaiki tribun suporter dan memperhatikan pagar besi pembatas.

Jokowi juga tampak berbincang dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali. Sambil berjalan, dirinya melihat-lihat kondisi stadion yang masih berserakan sampah tersebut.

Salah satu yang menarik perhatian ketika Jokowi berdiri di depan pintu 12. Saat insiden terjadi, pintu itu terkunci kala massa ingin keluar stadion. Suasana sudah pecah, kepulan gas air mata makin membuat kepanikan memuncak. Kericuhan hingga larut malam masih terjadi.

2 dari 2 halaman

Kesedihan wajah Jokowi tak bisa disembunyikan saat terpotret berada di depan pintu maut tersebut. Hingga dia mengungkapkan terjadinya tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh banyak faktor.

"Sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada, tapi itu saya hanya melihat lapangannya," ungkap Jokowi di Stadion Kanjuruhan.

Jokowi menegaskan, tata kelola persepakbolaan Indonesia perlu diperbaiki secara keseluruhan, baik dalam pertandingan, stadion, penonton, hingga pengamanan. Dia bilang, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan kesiapannya untuk membantu memperbaiki tata kelola tersebut.

"Saya kira kita memang perlu evaluasi total semuanya, baik manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, manajemen pengamanan. Semuanya harus dievaluasi total agar peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini tidak terjadi lagi, jelas semuanya," tegasnya.

Selain itu, Jokowi menjelaskan, pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Tim tersebut dibentuk untuk mencari tahu secara detail penyebab utama atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

"Kita tahu telah dibentuk tim gabungan independen pencari fakta yang diketuai oleh Pak Menko Polhukam. Kita harapkan nantinya tim ini segera bisa menyelesaikan tugasnya, sehingga kita tahu betul-betul penyebab utama dari tragedi tanggal 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang," ujar Jokowi. (mdk/cob)

Baca juga:
Pengakuan Aremania Soal Personel Brimob Tolak Menolong Suporter Wanita
Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Jadi Tentara, Akui Ditendang Oknum TNI di Stadion
Usut Unsur Pidana Tragedi Kanjuruhan, Polri Tengah Periksa 35 Saksi
Erick Thohir dan FIFA Bahas Tragedi Kanjuruhan dan Perbaikan Sepak Bola Indonesia
Tragedi Kanjuruhan Disorot Dunia, Haedar Nashir Minta Hasil Investigasi Transparan
31 Polisi Telah Diperiksa Dugaan Pelanggaran Etik Buntut Tragedi Kanjuruhan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini