Realisasi Anggaran Penelitian Rendah, Menkes Sebut Akibat Transisi Eijkman ke BRIN

Realisasi Anggaran Penelitian Rendah, Menkes Sebut Akibat Transisi Eijkman ke BRIN
Menkes Budi Gunadi Sadikin. ©2021 Merdeka.com/Istimewa
NEWS | 17 Januari 2022 18:43 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut realisasi anggaran penelitian pada 2021 sangat rendah, hanya 58,08 persen. Berbeda dengan realisasi anggaran vaksinasi yang mencapai 97,57 persen dan rumah sakit darurat Covid-19 sebesar 96,88 persen.

Menurutnya, ada dua penyebab rendahnya realisasi anggaran penelitian. Pertama, uji klinis vaksin Merah Putih dalam negeri mundur dari target. Baik uji klinis vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga dengan PT Biotis maupun Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dengan PT Bio Farma.

"Memang di tahun kemarin ada kemunduran dari uji klinis vaksin-vaksin Merah Putih karena yang tadinya direncanakan bisa tahun lalu tapi baru jalan tahun ini," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (17/1).

Kedua, aktivitas penelitian dan pengembangan pada 2021 tidak berjalan maksimal akibat peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Transisi Eijkman ke BRIN menimbulkan kebingungan bagi para peneliti.

"Memang ada sedikit kebingunan teman-teman yang ada di bidang penelitian dan pengembangan karena tahun lalu ada proses di mana transisi dari kementerian lembaga ke BRIN. Jadi per tahun ini kan semua aset, semua tenaga peneliti pindah," jelasnya.

Peleburan Eijkman ke BRIN, kata Budi, membuat proses penelitian dan pengembangan terhambat. Fokus pemerintah juga tak bisa diarahkan pada penyerapan anggaran, melainkan perpindahan aset dan peneliti dari Eijkman ke BRIN.

"Terus terang, tahun lalu yang terjadi di akhir-akhir tahun yang biasanya terjadi penyerapan anggaran adalah diskusi secara masif mengenai perpindahan dari fungsi research dan teknologi itu BRIN," ujarnya.

Kementerian Kesehatan menyampaikan realisasi anggaran pada 2021 tertinggi terjadi pada terapeutik sebesar 99,44 persen. Kemudian disusul vaksinasi 97,57 persen, rumah sakit darurat Covid-19 96,88 persen.

Sementara realisasi anggaran terendah terjadi pada diagnostik hanya 94,01 persen dan penelitian 58,08 persen. (mdk/lia)

Baca juga:
Menkes Dorong BRIN Bentuk Organisasi Riset Khusus Kesehatan
Kabar Baik, JKN Kini Tanggung Deteksi Dini Stroke, Jantung hingga Kanker
Anggaran Kemenkes Rp96,85 Triliun, Mayoritas untukTransformasi Kesehatan
Pemerintah Antisipasi Puncak Omicron 35-65 Hari ke Depan
Menkes: 90 Persen Transmisi Lokal Omicron Terjadi di Jakarta

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami