Rekam Data e-KTP Orang Gila, Petugas Disdukcapil Banjarmasin Ditampar

PERISTIWA | 9 Januari 2019 17:05 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin Khairul Saleh mengungkapkan tantangan anak buahnya, dalam proses perekaman data e-KTP terhadap warga yang terkena sakit jiwa. Menurutnya, petugas bahkan pernah kena tampar.

"Banyak yang ngamuk saat kita rekam sidik jarinya, bahkan ada yang kena tampar, maklumlah kan mereka sakit jiwa, tidak mengapa," ujarnya menceritakan pengalaman anak buahnya di lapangan, Senin kemarin. Dikutip dari Antara.

Menurut dia, pelayanan pembuatan e-TKP tidak hanya bagi warga yang normal, namun juga mereka yang sedang mengalami sakit jiwa memiliki hak.

"Setiap warga Indonesia wajib memiliki kartu identitas, yakni, KTP-el, jadi kita layani mereka ini juga," tutur Khairul Saleh.

Menurut dia, pelayanan bagi warga yang mengalami sakit jiwa ini dilakukan jemput bola.

"Kita datangi rumah mereka, ya, terpaksa ada sedikit paksaan melakukannya, kan harus ada foto dan rekam sidik jari, kadang-kadang petugas kita ikut kena tampar saat melaksanakan itu, karena harus berhasil," bebernya.

Sebab, ujar Khairul Saleh, surat identitas itu sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan pelayanan pengobatannya.

"Masuk RS jiwa kan tidak bisa atas nama perwakilannya, misalnya nama ayahnya, harus nama bersangkutan, makanya kita buatkan, bagaimana pun caranya," bebernya.

Sejauh ini, tutur dia, sudah puluhan orang gila dapat mereka rekam data pribadinya untuk pembuatan e-KTP tersebut layaknya warga normal.

"Pokoknya asal ada permintaan, kita datangi," katanya.

Hal ini, kata Khairul Saleh, demi pelayanan yang maksimal agar semua memiliki e-KTP.

"Sejauh ini sudah 90 persen lebih warga Banjarmasin terekam untuk pembuatan KTP-el, dari sekitar 600 ribu jiwa," paparnya.

Menurut dia, kendala yang dialami saat ini hanya masalah pencetakan e-KTP, karena blanko yang minim.

"Jadi mohon dimaklumi kalau tidak cepat selesai, hanya dapat KTP-el sementara, sebab blanko yang minim, hanya diprioritaskan dulu yang sangat penting, misalnya untuk buat paspor atau lulus CPNS, karena wajib memiliki segera," ujarnya.

Baca juga:
Dirjen Dukcapil Sebut Program Jemput Bola Bikin Perekaman e-KTP Meningkat 100 Persen
Hari Ini, Perekaman e-KTP di Depok Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB
Hari Ini, Perekaman e-KTP untuk Usia Pemula Digelar Secara Serentak
Mendagri Perintahkan e-KTP Rusak Dimusnahkan di Akhir Tahun
Kemendagri Buka Posko Bantuan Dokumen Kependudukan Korban Tsunami di Lampung
Mulai 27 Desember, Kemendagri Jemput Bola Warga Tak Punya e-KTP

(mdk/cob)