Hot Issue

Rekor Penambahan Kasus Positif Covid-19 Nasional Pecah Dua Hari Berturut-turut

Rekor Penambahan Kasus Positif Covid-19 Nasional Pecah Dua Hari Berturut-turut
PERISTIWA | 10 Juni 2020 16:35 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Pemerintah mengumumkan ada penambahan 1.241 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir di Indonesia, berdasarkan data yang masuk hingga Rabu (10/6/2020) pada pukul 12.00 WIB. Total ada 34.316 kasus Covid-19 di Indonesia, sejak 2 Maret 2020.

"Kasus positif covid-19 yang kami konfirmasi ada sebanyak 1.241, sehingga totalnya 34.316 kasus," ujar Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Graha BNPB.

Hari ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus positif corona di Indonesia. Di saat bersamaan pemerintah tengah gencar menyosialisasikan kehidupan normal yang baru atau new normal.

Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan alasan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 dua hari terakhir. Menurutnya, hal itu terjadi karena tracing yang agresif oleh pemerintah.

Dia menjelaskan, sebagian besar penambahan kasus hari ini berdasarkan spesimen yang dikirim oleh puskesmas atau dinas kesehatan. Tidak didominasi oleh spesimen yang dikirim oleh rumah sakit.

"Ini adalah bukti bahwa memang tracing yang agresif akan bisa menangkap begitu banyak kasus positif dan sudah barang tentu kita akan menginginkan kasus ini kemudian melakukan isolasi dengan sebaik baiknya secara mandiri agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain," kata Yuri.

Yurianto mengungkapkan ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan kasus positif corona hari ini. Seperti Kalsel 127 orang, Jawa Barat 139 orang, DKI Jakarta 157 orang, Sulsel 189 orang dan terbanyak dari Jawa Timur, ada 273 orang.

Untuk kasus positif corona komulatif, DKI Jakarta 8.503 orang, Jawa Timur 6,806 orang, Jawa Barat 2.506 orang dan Sulawesi Selatan 2.383 orang.

Yurianto mengungkapkan, jumlah kasus positif Covid-19 per hari Selasa (9/6) pukul 12.00 WIB di Tanah Air menyentuh angka 33.076. Ada penambahan kasus positif sebanyak 1.043 kasus.

"Ini sebarannya tidak merata di Indonesia. Sebagai contoh sebaran terbanyak yang kita dapatkan hari ini adalah di Provinsi DKI Jakarta," kata Yurianto.

Pemeriksaan menggunakan dua metode, pertama real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan kedua tes cepat molekuler.

1 dari 3 halaman

OTG

Yurianto mengatakan, melonjaknya kasus positif Covid-19 baru menggambarkan penularan masih terjadi di lingkungan masyarakat. Bahkan, masih ditemukan banyak pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

"Di tengah-tengah masyarakat masih kita dapatkan kasus positif tanpa gejala yang menjadi sumber penularan," kata Yurianto dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (8/6).

Selain itu, masih ditemukan masyarakat yang rentan tertular Covid-19 saat keluar rumah. Akibatnya, mereka dengan mudah terpapar virus asal Wuhan, China itu.

"Inilah yang menjadi catatan-catatan kita," ujarnya.

2 dari 3 halaman

New Normal

Presiden Jokowi mewanti-wanti munculnya gelombang kedua virus corona (Covid-19). Jokowi pun meminta agar evaluasi penerapan new normal atau tatanan kehidupan baru dilakukan secara rutin.

Pasalnya, Jokowi menilai penyebaran virus corona masih mungkin terjadi sekalipun di daerah yang kasus barunya sudah menurun. Untuk itu, dia mengingatkan gugus tugas dan kepala daerah tak lengah.

"Evaluasi secara rutin, sekali lagi meskipun misalnya sebuah daerah kasus barunya sudah menurun, hati-hati jangan sampai lengah. Karena di lapangan masih sangat dinamis," jelas Jokowi saat berkunjung ke Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (10/6/2020).

Selain itu, Jokowi menegaskan bahwa daerah yang akan menerapkan new normal atau tatanan kehidupan baru di masa pandemi corona harus melalui tahapan yang ketat. Dia meminta jajarannya betul-betul berhati-hati sebelum menetapkan new normal di suatu daerah.

"Jangan sampai ada kesalahan kita memutuskan sehingga terjadi kenaikan kasus di sebuah daerah karena tahapan-tahapan tidak kita kerjakan secara baik," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Sosialisasi Masif Protokol Kesehatan Covid-19

Dia menekankan pentingnya prakondisi yang ketat sebelum daerah memulai new normal. Kepala daerah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif terkait protokol kesehatan Covid-19 melalui dari menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan.

"Saya kira kalau ini terus disampaikan ke masyarakat diikuti simulasi-simulasi yang baik sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga sudah siap dan ada," katanya.

Jokowi sendiri telah menurunkan aparat TNI-Polri di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota untuk mengingatkan masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan. Selain prakondisi, dia menyebut pemerintah daerah juga harus memperhatikan waktu yang tepat memasuki tahapan new normal.

"Penentuan waktu, kapan timingnya penting sekali harus tepat. Kalkulasinya, hitung-hitungannya berdasarkan fakta dan data yang ada," ujarnya.

Setiap daerah yang ingin memulai new normal, kata Jokowi, harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dia meminta Gugus Tugas melihat kurva penyebaran virus corona serta tingkat kepatuhan masyarakat sebelum memutuskan.

"Perhatikan juga tingkat kepatuhan masyarakat, pastikan manajemen di daerah siap tidak melaksanakan (new normal)? Kemudian juga hitung kesiapan daerah dalam pengujian yang masif, pelacakan yang agresif, kesiapan fasilitas kesehatan yang ada. Ini benar-benar harus kita hitung dan pastikan," tutur Jokowi. (mdk/ded)

Baca juga:
5 Provinsi dengan Penambahan Angka Positif Covid-19 di Atas 100 Kasus
Kemenko Perekonomian soal Covid-19: Kita Harus Hati-Hati Kemungkinan Gelombang Kedua
Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi Per 10 Juni 2020
18 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Kumbasari Denpasar Ditutup Sementara
Hari Ini 715 Orang Sembuh dari Corona, Angka Tertinggi Selama Pandemi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami