Rektor Universitas Al-Azhar Minta Penganiaya Faisal Amir Ditindak Tegas

PERISTIWA | 26 September 2019 22:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefuddin, meminta pelaku penganiayaan yang dialami mahasiswanya, Faisal Amir ditangkap. Faisal merupakan mahasiswa UAI yang ditemukan terkapar usai terpisah dari rombongan mahasiswa yang demo di DPR.

"Tentu kalau soal pelaku karena kita juga tidak tahu. Kalau ada kejadian yang disengaja kalau lah ditemukan harus ada penindakan tegas dan itu tugas pemerintah," kata Asep saat ditemui di UAI, Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

Soal investigasi internal, pihaknya menyerahkan kepada keluarga dan alumni kampus guna mengetahui penyebab Amir bisa pendarahan otak.

"Kalau pernyataan investigasi internal sebelumnya belum tereksplisitkan pernah diskusi dengan keluarganya. Sebenarnya yang melakukan pencarian fakta itu adalah pihak keluarga dan alumni," tuturnya.

Asep menegaskan, pihak kampus siap memberikan dukungan kepada keluarga Amir. Fakultas hukum UAI siap membantu keluarga supaya kasus itu terang benderang kebaikan bersama.

"kita semua kita tidak menuduh siapapun, tapi ini harus bersih, karena kami tidak menginginkan adanya kejadian yang menimpa mahasiswa UAI, tentu juga mahasiswa lainnya se-Indonesia jangan sampai ada kejadian yang kita tidak inginkan," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit (RS) Pelni Dewi Fankhuningdyah mengatakan tim dokter harus mengambil tindakan operasi kepada Faisal Amir.

Sesuai hasil pemeriksaan, pasien dilakukan operasi karena ditemukan pendarahan di bagian kepala dan juga patah di bahu tangan.

Baca juga:
Kondisi Membaik, Korban Demo di DPR Faisal Amir Sudah Bisa Diajak Komunikasi
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Gelar Doa Bersama untuk Faisal Amir
Polisi Tuding Kelompok White Baret Penyebar Hoaks Mahasiswa Tewas Saat Demo di DPR
Fakta-Fakta Faisal Amir, Mahasiswa Ditemukan Kritis Saat Demo RUU KUHP di Depan DPR
Diajak Bicara Keluarga, Mahasiswa Al Azhar Faisal Amir Sudah Membuka Mata

(mdk/ray)