Relawan Apresiasi Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Dilakukan Sederhana

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 23:04 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta acara Syukuran Inagurasi Presiden dan Wakil Presiden (wapres) 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 yang digagas relawan tidak dilakukan. Sebab, Jokowi ingin langsung bekerja setelah dilantik.

"Bapak Presiden inginkan acara yang digagas relawan untuk tidak dilaksanakan secara berlebihan. Parade budaya, karnaval dan pawai kebudayaan nusantara dibatalkan. Gajah Projo yang sudah dipersiapkan untuk tampil juga dengan berat hati tidak jadi beraksi. Jangankan gajah, kami pun bersedih dan berat hati," kata Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi kepada media saat jumpa pers di Kantor Kepala Staf Presiden, Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10).

Budi menuturkan, pihaknya memang menyiapkan usulan perayaan Inagurasi pada 20 Oktober 2019 sama seperti perayaan 5 tahun lalu. Bahkan ratusan ribu massa Projo dari seluruh Indonesia sudah siap bergerak ke Jakarta.

"Kami sudah siapkan banyak hal, ada pawai Gajah dari Way Kambas, tarian dari seluruh Indonesia untuk semarakkan dan meriahkan acara hari Minggu. Tetapi, karena berbagai pertimbangan termasuk suasana sederhana dan khidmat, kami memahami, dengan berat hati kita batalkan. Kami juga mohon maaf kepada seluruh relawan dan pendukung Jokowi untuk memahami kondisi ini," kata Budi.

Dia mengapresiasi alasan Presiden Jokowi bahwa perayaan berlangsung sederhana. Penuh hikmat dan spirit Presiden Jokowi untuk pemerintahan ini dengan langsung bekerja.

"Kita harus sambut positif," kata Budi.

Sementara itu kepala KSP Moeldoko menyebut, Presiden Jokowi ingin segera bekerja, sehingga tidak perlu ada kesenangan yang berlebihan. Menurut Moeldoko, pada dasarnya Jokowi sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya relawan dan segenap komponen masyarakat untuk mengadakan syukuran, mulai karnaval dan parade budaya dengan melibatkan massa cukup besar.

"Supaya jangan sampai nanti ada diskusi berkepanjangan, saya ajak teman-teman relawan bisa memahami. Intinya Bapak Presiden mau kerja saja," ucap Moeldoko.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Syukuran Inagurasi Pelantikan Presiden dan Wapres, Andi Gani Nena Wea, mengatakan pembatalan parade budaya hanya dilakukan di Jakarta saja. Namun, daerah-daerah lain diperbolehkan tetap melakukan parade budaya merayakan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

Selaku panitia, Andi Gani meminta maaf terkait pembatalan pawai ini. Dia menyebut meski tak ada karnaval budaya, pihaknya akan mengupayakan agar relawan dapat menyambut Jokowi-Ma'ruf di Istana Kepresidenan Jakarta.

"Kalau pun tidak ada parade budaya, kami akan sambut presiden saat pulang ke Istana. Kami tidak akan biarkan Pak Jokowi sendirian," tutur Andi Gani di kesempatan sama.

Baca juga:
Rapat Bareng Moeldoko di Istana, Relawan Siapkan Penyambutan Jokowi-Ma'ruf Amin
Relawan Projo Siap Kawal Pelantikan Presiden Jokowi
Ini Alasan Relawan Usulkan Pelantikan Jokowi Dipercepat Sehari
Usai Pemilu 2019, Saatnya Gotong Royong Bangun Indonesia
Bertemu Jokowi, Seknas Berikan Masukan Tentang UU KPK
Relawan Jokowi Sayangkan Mahasiswa Tak Ingin Lakukan Dialog di Istana
Jokowi Minta Pelantikan Presiden dan Wapres Dipercepat Sehari

(mdk/gil)