Respons Warga Soal Samboja Jadi Kandidat Ibu Kota Negara Gantikan Jakarta

PERISTIWA | 21 Agustus 2019 22:07 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Warga Samboja, Kutai Kartanegara, menanggapi beragam soal mencuatnya nama Samboja sebagai kandidat ibu kota negara menggantikan Jakarta. Ada yang antusias, ada yang menyimpan kekhawatiran.

Merdeka.com bertemu dengan Apriati seorang pemilik warung makan di kawasan Kuala Samboja, Samboja. Dia mengikuti pemberitaan media soal Samboja jadi salah satu kandidat ibu kota.

"Khawatir Pak. Kalau benar jadi ibu kota, Samboja pasti ramai. Kerawanan itu pasti ada. Misalnya soal kriminalitas," kata Apriati, Rabu (21/8).

Lain lagi dengan Anwar (40), salah satu tokoh masyarakat Samboja, yang tinggal di Teluk Pemedas, kawasan pesisir Samboja. Sejauh ini yang dia ketahui, mencuatnya nama Samboja direspons sangat baik warga Samboja secara umum.

"Kalau dipilih jadi ibu kota, pembangunan pasti semakin maju dan berkembang. Pendidikan pun semakin maju, dan kualitas SDM semakin meningkat," ujar Anwar.

Anwar menerangkan, pengangguran di Samboja relatif tinggi. "Itu menyebabkan tingginya angka kemiskinan. Kalau nanti terpilih, bisa meningkatkan derajat warga Samboja, menciptakan banyak lapangan pekerjaan," terang Anwar.

Menurut Anwar, Samboja menyimpan banyak potensi. Selain memang dekat dengan laut, soal pasokan bahan baku air bersih, tidak menemui kendala. "Di daerah Ambarawang Laut, akan dibangun terminal peti kemas. Pasokan air baku ada waduk," ungkap Anwar.

"Soal kebutuhan listrik, kami dari Samboja hingga ke (kelurahan) Muara Jawa, kami mendapatkan listrik dari PLTG Sanipah berkapasitas besar, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi di daerah kami, ada Tol Balikpapan-Samarinda. Dekat ke bandara di Samarinda, juga ke bandara Balikpapan. Dan sama-sama ada pelabuhan," terang Anwar.

Baca juga:
Masuk Kandidat Lokasi Ibu Kota Negara, Samboja Jadi Buruan Broker Properti
Politisi PAN: Utang Banyak Ekonomi Sulit, Pindah Ibu Kota Harus Sekarang?
Bos Baran Energy Siap Bangun Energi Terbarukan di Ibu Kota Baru
Politikus PKS: Pemindahan Ibu Kota Dibiayai Swasta Jadi Ancaman Kedaulatan Nasional
Bangun Ibu Kota Baru, Wika Beton Bentuk Tim Satgas
Tak Akan Ada Elpiji 3 Kg di Ibu Kota Baru

(mdk/cob)