Retno Marsudi Dampingi Ma'ruf Amin ke Jepang, Sinyal Jadi Menlu Lagi?

PERISTIWA | 21 Oktober 2019 11:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin melakukan kunjungan kerja perdananya ke Jepang, hari. Kunjungan kerja itu dilakukan sai menerima memorial jabatan dari Jusuf Kalla.

Berdasarkan keterangan dari Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres, selain didampingi istrinya, Wurry Estu Handayani. Dia juga didampingi Menteri Luar Negeri Kabinet Kerja Jilid I Jokowi, Retno Lestari Priansari Marsudi.

Kehadiran Retno mendampingi Wapres Ma'ruf Amin ini di tengah statusnya bukan lagi menjabat Menlu RI. Perlu diketahui, usai Presiden Jokowi dilantik 20 Oktober kemarin. Maka masa bakti para menteri ikut berakhir.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara, bahwa Presiden mempunyai waktu 14 hari setelah mengucapkan sumpah jabatan, untuk membentuk kabinetnya. Apakah Retno bakal dipertahankan Presiden Jokowi dalam kabinetnya kali ini?

Ma'ruf mengungkapkan bahwa atas arahan Presiden Jokowi, Retno Marsudi diminta untuk mendampingi perjalanan luar negeri pertama dirinya.

"Setelah upacara penobatan, saya dan rombongan akan langsung kembali ke Jakarta dan tiba di Jakarta, Insya Allah selasa malam," kata Ma'ruf berdasarkan dari keterangan yang diterima, Senin (21/10).

1 dari 1 halaman

Retno Marsudi Masih Dampingi Jokowi Terima Tamu Negara

Bukan hanya mendampingi kunjungan kerja Wapres Ma'ruf Amin, Retno juga masih tampak mendampingi Jokowi menerima sejumlah tamu negara di Istana Merdeka, Minggu (20/10) kemarin. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi yang kembali dilantik untuk kedua kalinya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu terlihat mengenakan kebaya berwarna ungu saat menyambut Wakil Presiden RRC Wang Qishan di halaman Istana Merdeka, Minggu (20/10) malam. Setelah itu, baik Jokowi, Retno dan Wapres RRC melakukan pertemuan secara tertutup.

Selain Wapres RRC, Jokowi juga menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Presiden Republik Sosialis Viet Nam ??ng Th? Ng?c Th?nh dan Wakil Presiden Republik Uni Myanmar Henry Van Thio.

Kemudian, menerima utusan khusus negara sahabat. Mereka antara lain, Utusan Khusus Presiden Republik Korea Noh Young-min, Utusan Khusus Presiden Filipina Theodoro Locsin, dan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Nakayama Norihiro.

Selanjutnya, Utusan Khusus Presiden Persatuan Emirat Arab Y.M. Sheikh Nahyan Mabarak Al Nahyan dan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Hon. Elaine L. Chao.

Pada Minggu pagi, Retno juga mendampingi Jokowi menerima para kepala negara sahabat. Pertemuan juga digelar di Istana Merdeka, sebelum Jokowi berangkat ke Gedung MPR untuk pelantikan.

Adapun kepala negara yang menemui Jokowi antara lain, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteti Australia Scott Morisson, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, dan Raja Eswatini Raja Mswati III. Mereka bertemu Jokowi satu per satu dengan waktu hanya sekitar 20 menit.

Reporter: Putu Merta Surya Putra (mdk/gil)

Baca juga:
Jawaban Para Menteri saat Ditanya Arah Mana Belahan Sisiran Rambut Presiden Jokowi
Sebelum Dilantik, Jokowi Berbincang dengan PM Australia hingga Singapura
VLOG: Tantangan Menjaga Martabat Negara di Mata Dunia
Indonesia Kembali Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB
Wapres JK: Jangan Kita Jadi Anggota Dewan HAM tapi Ada Pelanggaran di Dalam Negeri
Status Dewan HAM PBB Buat Indonesia di Tengah Gugurnya 5 Demonstran
Menteri-Menteri Ini Pernah Ditelepon Tengah Malam Oleh Jokowi, Ada Apa?