Ribuan Botol Miras dan Puluhan Ton Pakaian Bekas Ilegal Dimusnahkan di Bandung

PERISTIWA | 11 Desember 2019 11:41 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat memusnahkan puluhan ton pakaian bekas dan ribuan botol minuman keras ilegal. Metode pemusnahan dilakukan dengan sistem coprocessing yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Barang tersebut merupakan hasil penindakan dari tahun 2017 sampai 2018 atas pelanggaran terhadap UU Kepabeanan dan UU Cukai. Hal ini merupakan realisasi dari persetujuan Menteri Keuangan mengenai pemusnahan sesuai dengan Surat Direktur PKNSl Nomor: S-219/MK.6/KN.5/2019 tanggal 10 Juni 2019

Diketahui, beberapa barang yang dimusnahkan adalah pakaian Bekas sebanyak 483 Ball atau seberat 45,7 ton dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp1 miliar. Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 3.558 botol dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp2 miliar.

Hasil Tembakau berupa Tembakau Iris (TIS) sebanyak 103.885 gram, perkiraan nilai barang Rp10 juta. Lalu, Hasil Tembakau berupa Sigaret dan Cerutu sebanyak 54.636 batang, perkiraan nilai barang Rp73 juta.

Selain itu, ada hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) berupa e-liquid vape sebanyak 253 botol dengan perkiraan nilai barang Rp37 juta.

"Keseluruhan nilai barang adalah sebesar Rp3,2 miliar dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara adalah sebesar Rp1,5 miliar," ujar Kepala Kantor Wilayah DJBC Jabar, Saipullah Nasution, Rabu (11/12).

1 dari 1 halaman

Efek Negatif Bagi Kesehatan

Selain tidak memenuhi izin, barang barang tersebut dianggap bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan masyarakat. Terlebih, importasi pakaian bekas telah dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

"Yang dimusnahkan ini barang yang diselesaikan proses administrasi. Semua barang ini hasil operasi di tempat hiburan malam, toko, itu cukainya palsu" kata dia.

Dalam pemusnahan tersebut, pihaknya menggunakan dengan metode coprocessing yang dianggap paling ramah lingkungan, menggunakan teknologi incinerator (tanur semen) bersuhu tinggi sampai dengan 2.000C dan stabil.

"Ini memusnahkan limbah tanpa meninggalkan residu apa pun sesuai tujuannya untuk menghilangkan sifat dan fungsi awal barang sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomis," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Kapal Patroli Bea Cukai Ditabrak Saat Bongkar Penyelundupan Minuman Alkohol
Gerebek Warung Jual Miras Oplosan di Solo, Polisi Sita Puluhan Botol
Bea Cukai Sita Jutaan Rokok dan Liquid Ilegal
Dua Warga Garut Tewas Usai Pesta Alkohol 70 Persen
Lima Warga Sentani Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Empat Dirawat di RSUD

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.