Ribuan jemaah hadiri peringatan paskah di Gereja Katedral

PERISTIWA | 29 Maret 2013 12:58 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - Hari raya paskah di Gereja Katedral Jakarta tahun ini mengangkat tema makin beriman, makin bersaudara, makin berbela rasa.

Ketua umum Panitia Paskah, Grace Tanus mengatakan, acara Paskah sudah dimulai sejak pagi pukul 08.00 yakni jalan salib. Kemudian nanti pukul 10.00 WIB dilanjutkan dengan acara yang dinamakan 'Tablo' yakni visualisasi/teatrikal penyaliban Yesus Kristus.

Dalam teatrikal yang ditampilkan, terlihat menceritakan tentang kekuasaan yang diselimuti rasa serakah. Hal tersebut timbulkan sifat iri, dengki dan berbuat korupsi.

Dalam aksi tersebut, Yudas yang merupakan murid Yesus memerankan sebagai tokoh pengkhianat. Herodes merupakan pemimpin negeri asal Yesus, Bethlehem dan Ponsius Pilatus merupakan penguasa Yerusalem.

Kedua pemimpin tersebut menghasut Yudas untuk membawa Yesus kehadapan mereka. Herodes telah lama mengincar Yesus karena dianggap mengancam kepemimpinannya. Sedangkan Pilatus sebenarnya masih memiliki rasa kemanusiaan namun atas desakan warga Yerusalem yang menganggap Yesus sebagai nabi palsu, akhirnya ikut menjatuhkan hukuman.

Akhirnya, Yesus pun dibunuh dengan jalan disalib. Peristiwa penyaliban ini kemudian dinamakan sebagai hari raya paskah yang merupakan lambang kemenangan untuk mensucikan diri di Yerusalem.

Para Jemaat nampak antusias dalam melihat prosesi penyaliban Yesus. Sebab, tak sedikit jemaat yang memilih berdiri dibanding duduk di kursi.

Rangkaian acara hari ini akan ditutup dengan acara prosesi misa biasa yang dinamakan 'penghormatan salib' pada pukul 12 siang, pukul 3 sore dan pada pukul 6 petang nanti. Acara ini merupakan puncak dari perayaan Paskah.

Grace mencatat ada peningkatan jumlah jemaat yang hadir pada hari ini dibandingkan tahun lalu. Dia menilai peningkatan ini karena kini orang beriman sudah semakin meningkat.

"Tadi pagi sudah ada sekitar 1.500 jemaat yang hadir, dan nanti siang pada acara puncak (penghormatan salib) diperkirakan jemaat akan bertambah menjadi 3.500," ujar Grace di Gereja Katedral, Jumat (29/3).

Grace menilai saat ini rasa kepedulian harus semakin ditingkatkan. Menurutnya, jika seseorang semakin beriman dan bersaudara, maka rasa kepedulian antar sesama akan semakin terjalin erat.

Lebih jauh, penggiat kemoterapi kanker payudara ini juga menjelaskan sebagai bentuk realisasi dari tema Paskah, pihak Gereja telah melakukan bakti sosial kepada pemulung, melakukan pengajaran-pengajaran dan pembinaan pada kaum terpinggirkan yang berada di kawasan Kampung Melayu, Tanah Tinggi, dan orang-orang berada di pinggiran rel kereta api serta di bawah jembatan.

"Untuk ke depannya, saya berharap pimpinan gereja katolik harus bisa menjadi teladan bagi umatnya. Kepedulian sangat penting untuk kehidupan saat ini bagi kaum yang terpinggirkan," tutupnya. (mdk/tyo)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.