Ridwan Kamil Minta ODP, PDP & OTG Meninggal Tak Diterjemahkan Akibat Covid-19

Ridwan Kamil Minta ODP, PDP & OTG Meninggal Tak Diterjemahkan Akibat Covid-19
PERISTIWA | 13 Juli 2020 17:10 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkap jumlah masyarakat yang meninggal dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Di sisi lain, puluhan orang yang terkonfirmasi positif dalam klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat (AD) sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Berdasarkan data yang diumumkannya, hingga saat ini jumlah ODP yang meninggal dunia sebanyak 138 orang dan PDP sebanyak 1.631 orang. Ia menegaskan, penyebabnya bukan berarti karena Covid-19.

Selain itu, ada satu orang orang tanpa gejala (OTG) yang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan, pasien yang sudah terdata positif Covid-19 dan meninggal dunia sebanyak 180.

"Data itu mulai hari ini dan besok sudah ada di Pikobar untuk siapapun yang mau mengetahui kondisi yang meninggal dunia," kata dia saat konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7).

"(orang yang berstatus PDP, ODP dan OTG) bisa saja (meninggal bukan karena) penyakitnya bukan Covid-19, tapi di mudik jadi masuk ODP. Tolong tidak terjemahkan kasus ini sebagai kasus positif Covid-19. Ini adalah ODP dan PDP yang belum tentu positif," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Puluhan Orang di Klaster Secapa Sembuh

Di sisi lain, berdasarkan hasil data yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, puluhan aparat TNI di klaster Secapa AD Kota Bandung berangsur sembuh.

"Laporan tadi dari Panglima Kodam dari sejumlah yang disampaikan itu ada 98 sudah negatif. Ini yang di Secapa AD tingkat kesembuhan tinggi. Informasi harian akan diupdate," ucap dia.

Disinggung mengenai status warga di sekitar lokasi Secapa AD, Ridwan Kamil memastikan segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). Keluar masuk warga akan dibatasi, hanya boleh untuk warga yang tinggal di sana.

Selain itu, pihaknya sudah menginstruksikan kepada gugus tugas di Kota Bandung untuk melakukan tes masif. Masyarakat jangan sampai melakukan penolakan. "Kalau kategori merah atau kritis, itu wajib (tes). tim yang mengetes akan dibantu tim gugus tugas," terang dia.

"Tim gugus tugas baru akan melakukan tes swab juga kalau tidak salah dalam hari-hari ini. Ini berlaku di banyak tempat yang ada institusi kenegaraan," tuturnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi 13 Juli 2020
Ridwan Kamil Sebut Angka Reproduksi Covid-19 Jabar di Atas Satu
54 Karyawan RRI Positif dan 2 Karyawan TVRI Meninggal Dunia Akibat Covid-19
DKI Jakarta Laporkan Penambahan 281 Kasus Baru Covid-19
Pasien Covid-19 Sembuh di Kabupaten Bogor Mencapai 44 Persen

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami