Ridwan Kamil Santuni Korban Tewas Kegiatan Pramuka di Ciamis

Ridwan Kamil Santuni Korban Tewas Kegiatan Pramuka di Ciamis
ridwan kamil kunjungi keluarga korban susur sungai ciamis. ©2021 Merdeka.com/istimewa
NEWS | 17 Oktober 2021 04:00 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan takziah ke rumah salah satu korban meninggal dalam musibah kegiatan pramuka di Ciamis. Diketahui ada 11 korban meninggal dalam musibah tersebut dan dua di antaranya adalah warga Depok.

Gubernur langsung ke rumah Muhammad Kafka di Depok untuk memberikan semangat pada keluarga. Gubernur menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut. Emil juga memberikan bantuan kepada keluarga Kafka.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya 11 anak-anak kita di Ciamis. Kami merasakan sangat kehilangan para orangtua. Dari 11 itu hanya tiga warga Ciamis, itu sisanya di luar Ciamis. Nah ada dua yang berpulang dari Depok. Salah satunya ada di sini,” kata Emil, Sabtu (16/10).

Atas musibah tersebut, Emil meminta agar pihak sekolah ikut bertanggungjawab. Emil memberi semangat pada keluarga agar tetap tabah menghadapi musibah ini.

“Mudah-mudahan Allah memberikan rasa sabar pada keluarga,” tambahnya.

Emil pun meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh. Untuk sementara kegiatan serupa dihentikan. Dan ke depannya jika ada kegiatan seperti ini harus memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dari BPBD.

“Oleh karena itu saya minta BPBD menyusun SOP bagaimana kegiatan alam itu bisa dilaksanakan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan. Saya minta BPBD bekerjasama dengan pecinta alam profesional agar tidak terulang lagi hal seperti ini,” ujar Emil.

Dia juga mengingatkan agar kegiatan yang berkaitan dengan air dihentikan sementara karena sudah memasuki musim hujan karena susur sungai termasuk kegiatan yang memiliki resistensi tinggi. Nantinya, kegiatan seperti ini harus memenuhi SOP dan melibatkan pecinta alam professional.

“Potensinya rawan, karenakan pernah terjadi di Yogya. Oleh karena itu, untuk menghindari hal serupa dihentikan dulu, kegiatan jenis itu kemudian dilakukan SOP terhadap kegiatan karena ini kan anak-anak bukan pecinta alam professional. Anak-anak kan hanya happy-happy saja. Bukan skil-skil gitu. Tadabur alam baik, tapi urusan nyawa nomor satu,” tegasnya.

Untuk saat ini kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian dan proses hukumnya sedang berlangsung. Dia pun meminta agar warga tidak euforia atas turunnya penyebaran Covid-19. Karena protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan.

“Ya saya kirakan ini semua bisa berhasil kalau semua berpartisipasi dengan logika sehat. Kedua, pemerintah juga sedang merasakan sebuah berita baik tentang turunnya Covid jangan euforia, jangan semua kegiatan langsung on lagi. Karena kan Covidnya masih ada,” tutupnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Polisi Selidiki Tragedi Tenggelamnya 11 Pelajar saat Susur Sungai di Ciamis
Kemenag Minta Kegiatan Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa MTs Harus Dievaluasi
11 Siswa MTs di Ciamis Tewas saat Susur Sungai, Ini Faktanya
11 Pelajar MTs di Ciamis Meninggal Saat Kegiatan Susur Sungai
Rudi Silver Tewas Tenggelam Usai Mengajak Rekannya Lomba Berenang di Sungai Cisadane

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami