Ridwan Kamil Sebut Ada 4 Desa Terdampak Tanggul Sungai Citarum Jebol

Ridwan Kamil Sebut Ada 4 Desa Terdampak Tanggul Sungai Citarum Jebol
Tanggul Sungai Citarum di Muara Gembong Bekasi Jebol. ©2020 Merdeka.com/Adi Nugroho
PERISTIWA | 22 Februari 2021 17:41 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah meminta tanggul sungai Citarum yang jebol segera ditutup. Di sisi lain, Presiden Joko Widodo memberi arahan agar menyiapkan upaya pencegahan kebakaran hutan saat musim kemarau.

Diketahui, tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi jebol pada Sabtu (20/2) malam karena tak mampu menampung debit air yang tinggi. Diperkirakan ada sekitar 10.000 kepala keluarga dari empat desa yang terdampak banjir.

"BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) masih menjadi penanggung jawab dalam proses perbaikan, tadi malam juga saya masih koordinasi karena kan ada tanggul jebol Citarum," kata Ridwan Kamil, Senin (22/2).

"Sehingga sedang dilakukan upaya penanganan secara sementara, ada kesulitan dari BBWS kantong bio bag itu ada keterbatasan, hari ini saya minta segera dibeli sebanyaknya untuk dilakukan penutupan tanggul yang jebol," kata dia.

Lebih lanjut, ia menyebut dalam proses penanganan banjir di Jabar, pemerintah sudah melakukan beragam upaya penanggulangan. Di antaranya melakukan sejumlah proyek infrastruktur untuk mengurangi dampak banjir.

"Ada program yang sudah selesai 100 persen contoh adalah penyodetan Sungai Cisangkuy yang tadinya Sungai Cisangkuy ke Citarum dan bikin banjir hari ini Cisangkuy sudah belok ke Citarum tapi tidak melewati permukiman, itu akan diresmikan dan nanti mohon diliput juga. Itu contoh program penanganan banjir yang sudah 100 persen," kata dia.

"Sada Warna 50 persen beres kalau 100 persen tahun ini di akhir tahun harusnya banjir Subang itu ridak terjadi lagi secara maksimal tapi kita tidak boleh takabur ya, apakah semua upaya ini bisa menyelesaikan, yang bisa kita janjikan adalah mengurangi, kalau menyelesaikan wallahualam karena faktor iklim ini tidak semua ilmu manusia bisa mengetahui," ia melanjutkan.

Sedangkan proyek waduk atau bendungan yang ada di Bogor juga ia sebut progressnya sudah lebih dari 50 persen. Lalu, proyek yang rencananya dimulai awal tahun adalah kali Bekasi.

"Semua sedang dikerjakan, ada yang baru dimulai dan ada yang sudah 50 persen dan ada yang sudah 100 persen. Kita sebagai pemerintah tidak tinggal diam, semua upaya harus dilakukan. Tapi kalau sudah situasi darurat karena situasi engineering belum selesai maka fokus pada penanganan kebencanaan melalui BPBD, TNI Polri, Basarnas dan lain-lain," tegas dia.

Waspada Kebakaran Hutan

Ridwan Kamil mengaku mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo untuk mengantisipasi kebakaran hutan saat kemarau nanti. Saat ini, ia mengaku mengumpulkan data wilayah yang potensial terjadi kebakaran.

"Walaupun secara statistik sangat tidak banyak terjadi di Jabar, lebih banyak di Kalimantan dan Sumatera tapi tadi memberikan arahan agar kita nanti menjelang musim kemarau bisa menyiapkan data yang baik," imbuh Ridwan Kamil.

"Kemudian antisipasi di lapangan yang responsif dan penanggulangan juga secara edukasi ke masyarakat dan juga menggunakan teknologi untuk hal yang sifatnya penanggulangan kebakaran," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
CEK FAKTA: Hoaks Video Mobil Terbalik Saat Banjir di Bekasi Tahun 2021
Pemprov DKI akan Bikin 300 Ribu Sumur Resapan Baru Total Biaya Rp400 M
Air Hujan Diserap Tanah atau Dibuang ke Laut untuk Cegah Banjir DKI?
Dipenuhi Sampah Rumah Tangga, 3 Sungai di Palembang Mengalami Pendangkalan
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Bandang di 25 Wilayah Jawa Timur
Ratusan Rumah di Kabupaten Tangerang masih Terendam Banjir

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami