Ridwan Kamil Sebut Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Menurun

Ridwan Kamil Sebut Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Menurun
PERISTIWA | 2 Juni 2020 21:08 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat kembali mengalami penurunan. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap membuka fasilitas umum untuk aktivitas masyarakat secara bertahap.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, angka reproduksi efektif (Rt) saat ini di angka 0,67 setelah sebelumnya berada di angka 0,97 saat persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Angka itu didapatkan tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar beserta peneliti di universitas dengan pemodelan SimcovID (Simulasi dan Pemodelan Covid-19 Indonesia) berdasarkan metode Kalman Filter yang merupakan perpanjangan dari metode Bayesian Sequential.

"Sebelumnya, sempat di angka satu, lalu saat persiapan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) 0,97 dan sekarang di 0,67," kata Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (2/6).

Penurunan Rt tidak lepas dari pengetesan masif yang dilakukan gugus tugas provinsi. Sejauh ini, kata ia, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar sudah mengetes sebanyak 160.000. Rinciannya, 120 ribu rapid test dan 40 ribu tes swab.

Pola pengetesan dilakukan merujuk pola yang dilakukan Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6 persen dari jumlah penduduknya atau 300.000 penduduk Jabar.

"Jadi kalau dirata-rata indeks yang terkena positif dari jumlah testing kita ini setara Kanada, Italia dan mendekati Jepang," jelasnya.

Pengetesan masif di Jabar akan memobilisasi ambulans Puskesmas Keliling (Pusling) di 27 kabupaten/kota, yang jumlahnya mencapai 627, sebagai Mobile Covid-19 Test. Nantinya, Mobile Covid-19 Test akan dilengkapi dengan alat rapid test. Pengetesan pun diprioritaskan di kerumunan-kerumunan.

Selain Mobil Covid-19 Test, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar akan memobilisasi mobil Lab Covid-19 BSL-3 atau Bio Security Level 3 yang dilengkapi dengan alat pengetesan dengan metode PCR.

"Ini yang paling canggih sudah diproduksi satu dan minggu ini mulai beredar dengan Biofarma dan kita sedang pesan dua lagi," ujarnya.

Selain itu, ia beserta Polda Jabar dan Kodam III Siliwangi berkomitmen mengampanyekan penggunaan masker, dan membagikan masker kepada warga.

"Karena kami amati, terutama di daerah non kota, pemakaian masker belum maksimal oleh karena itu para Kapolsek dan Danramil di pedesaan melakukan pengkondisian," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Menko Luhut Ungkap Butuh 10 Bulan Pariwisata Kembali Pulih Usai Corona
Kebun Binatang Ragunan Siapkan Keset Disinfektan Cegah Penyebaran Covid-19
Selama PSBB, Penjualan UMKM Makanan dan Minuman Lewat Online Tumbuh Paling Tinggi
Gugus Tugas Tegaskan Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi Covid-19
Dua Sanksi Ini akan Diberikan kepada Pendatang di Tangsel yang Tak Kantongi SIKM
Di Kenormalan Baru, INACA Sepakat Kapasitas Angkut Penumpang Pesawat Hanya 70 Persen

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5