Ridwan Kamil Sebut Klaster Baru Covid-19 di Secapa TNI AD Mayoritas OTG

Ridwan Kamil Sebut Klaster Baru Covid-19 di Secapa TNI AD Mayoritas OTG
PERISTIWA | 10 Juli 2020 13:40 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Klaster Covid-19 di Secapa AD Kota Bandung mencapai ribuan orang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan segera melakukan pengetesan dan pelacakan penyebaran virus karena mayoritas yang terpapar berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dengan klaster baru ini. Terlebih, orang berlatar belakang militer dianggap memiliki fisik yang kuat dan disiplin yang tinggi dalam melakukan isolasi.

"Masyarakat jangan terlalu khawatir, kalau satu titik apalagi militer itu lebih disiplin dalam lokalisir karantinanya. Mayoritas OTG, hanya 17 dari seribuan sekian (yang positif). Ini mengindikasikan penyembuhan 14 hari di secapa ini bisa berlangsung dengan cepat," ucap dia.

"Karena yang masuk ke lembaga pendidikan itu adalah orang yang sehat, kuat, masuk virus melalui respiratorinya, sembuhnya juga dari pengalaman Sukabumi (Setukpa) itu hampir 100 persen," ia melanjutkan.

Beredar informasi bahwa penyebaran virus di klaster ini berawal pada 21 Juni saat sejumlah siswa melaksanakan pesiar (libur). Kemudian, pada 25 Juni, tiga orang Siswa dan 1 org PNS Perawat KSA Secapa AD berobat di Dustira. Saat di Rapid Test hasilnya reaktif, setelah diswab hasilnya pun positif.

Kemudian, dalam info yang beredar di aplikasi pesan di kalangan wartawan tersebut, pada 30 Juni, hasil rapid terhadap 188 orang hasil reaktif. Pemeriksaan lanjutan dengan metoda swab hasilnya 178 positif Covid-19.

Kemudian, pada 2 Juli, swab massal siswa dan organik 836, terdapat 669 orang positif Covid-19, hingga 7 Juli diperoleh Data hasil swab 1.200 orang positif Covid-19.

Disinggung mengenai hal itu, Ridwan Kamil menyatakan belum bisa mengkonfirmasinya secara pasti. "Contoh, di awal awal kan laporannya 200 yah, maka kami sampaikan kepada masyarakat sesuai informasi. Di hari berikutnya, setelah ada pengumuman dari pusat, diumumkannya 962. Itu kalau ditotal, Dilaporkannya kan sebetulnya dalam tiga hari, totalnya 1.200-an," terang dia.

"Saya lihat datanya, misalkan kemarin 962, yang dari Secapanya 910, berarti sisanya pola normal. Di luar itu, sebenarnya angka Jabar rata rata 40, 60, 50 , yang isu (positif lebih dari) 2.000 itu belum denger laporannya. Tapi pak Doni Monardo sudah menyatakan data tidak boleh ditutup tutupi., kalau baik bilang baik, kalau buru bilang buruk, semuanya hadapi bersama sama," ia melanjutkan.

1 dari 1 halaman

Ia mengintruksikan jajaran Gugus Tugas di tingkat Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung untuk melakukan pelacakan keluarga perwira siswa itu yang positif. terlebih, dari setiap siswa, diberikan waktu pesiar (libur) dalam seminggu biasanya sehari.

"Kalau kesiapan rumah sakit, dari 1.200 itu mayoritas OTG, hanya 17 yang di RS Dustira. Karena tadi angkatan darat (TNI AD) sudah punya sistem yang kuat, maka sebagian dibawa ke Jakarta di RSPAD Gatot Subroto, jadi Beban di non Dustria dan non RSPAD belum ada. Sementara per hari ini keterisian RS di Jawa Barat baru 27 persen, masih terkendali," imbuh Ridwan Kamil.

"Ini bukti covid tidak pilih-pilih, di Amerika Latin Presiden Brazil, Honduras, Bolivia positif (Covid-19). Sebelum obatnya datang, cara melawannya 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Itu saja modalnya," pungkasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Cegah Penyebaran Covid-19, Kawasan di Sekitar Secapa AD Bandung akan Ditutup
Secapa TNI AD Klaster Baru Covid-19, DPR Usul Sekolah Berasrama Rutin Dicek
Sempat Positif Covid-19, Santri Kasus 01 Gontor 2 Dinyatakan Sembuh
Covid-19 Tembus 70.736 Kasus, DPR Minta Pemerintah Buat Protokol Baru
Update Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet dan RSKI Pulau Galang Per 10 Juli
Usai Jokowi Marah, Realisasi Penanganan Covid-19 Naik 4,7 Persen

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami