Ridwan Kamil Sebut Rasio Pengetesan Kontak Erat Positif Covid-19 Belum Maksimal

Ridwan Kamil Sebut Rasio Pengetesan Kontak Erat Positif Covid-19 Belum Maksimal
PERISTIWA | 5 Agustus 2020 22:16 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menginginkan standar pengetesan terhadap orang terdekat yang sudah terkonfirmasi Covid-19 bisa dilaksanakan secara maksimal. Terlebih, ia mengejar pengetesan swab test metoda Polymerase Chain Reaction (PCR) bisa mencapai satu persen dari jumlah penduduk.

Pria yang saat ini menjabat juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat ini meminta kepada semua daerah untuk meningkatkan rasio pengetesan.

"Pengetesan swab terus ditingkatkan untuk mengejar minimal satu persen dari jumlah penduduk," kata dia dalam siaran pers terkait rapat bersama Gugus Tugas Kabupaten dan Kota Cirebon di Hotel Prima, Kota Cirebon, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, pengetesan dengan pengujian PCR harus dilakukan kepada minimal 20 orang dari anggota keluarga terdekat atau kontak erat dalam satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu bertujuan agar pembuatan peta sebaran dan penanggulangan Covid-19 bisa optimal.

"Nah, rasio (pengetesan 20 kontak erat) itu masih belum dilakukan. Dalam satu kasus hanya dua atau tiga (orang) yang dites keluarga terdekatnya, padahal menurut teorinya harus 20 (orang) minimal," tutur Kang Emil.

Di sisi lain, ia mengimbau warga Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumajakuning) khususnya di Cirebon untuk menghindari perjalanan atau bepergian ke daerah dengan status zona merah. Ia mengklaim masih bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Indikasinya, tidak ada kabupaten kota yang berstatus Zona Merah sesuai standar pusat.

"Saat bepergian harus hati-hati, karena banyak kasus impor masuk ke Cirebon setelah perjalanan atau bepergian dari Zona Merah," ucap dia.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis dalam laporannya mengatakan, hingga Selasa 4 Agustus 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon berjumlah 37 orang, terdiri dari empat orang bergejala dan 33 orang tidak bergejala.

Dari jumlah tersebut, sebanyak enam orang melakukan isolasi di rumah sakit. Sementara 27 orang dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Nashrudin pun menjelaskan, rata-rata kasus terkonfirmasi adalah mereka yang saat dilakukan tes swab telah bepergian ke luar kota yang menjadi pusat penyebaran Covid-19.

"Kami sengaja melakukan swab ini karena apabila kita lebih banyak melakukan Swab maka kita akan mudah melakukan pemetaan persebarannya," kata Nashrudin.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, rata-rata kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi di daerahnya merupakan kasus impor. "Kalau kita lihat orang yang terpapar (Covid-19) di Kabupaten Cirebon ini orang Cirebon yang domisilinya di Jakarta dan Tangerang. Mereka ditangani di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati," kata Imron. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami