Ridwan Kamil Sebut Wacana Pengaturan Naskah Khotbah Jumat Arahan Kemenag

PERISTIWA | 22 Januari 2020 20:21 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai wacana pengaturan naskah khotbah Jumat digulirkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Dia meminta semua pihak untuk menyikapi hal tersebut dengan kepala dingin, terlebih rencana itu bisa berlaku untuk skala nasional.

"Saya kira narasi itu bukan hanya untuk Kota Bandung saja. Itu kan arahan dari kemenag, hanya yang bersuara duluan kemenag Bandung jadi jangan dilokalisir ini Bandung saja," kata dia ditemui di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (22/1).

Dia mengaku belum mendapat arahan dari pemerintah pusat atau Kementerian Agama mengenai wacana ini. Namun saat ada pembahasan khusus, ia meminta argumen mengenai wacana itu bisa disampaikan secara jelas.

Menurut dia, setiap kebijakan pasti dibuat dengan beragam alasan yang jelas. Jika penjelasannya baik, maka penerimaan dari masyarakat akan baik pula meskipun pasti ada pro kontra pada setiap prosesnya.

"ini setiap kebijakan harus dipahami secara mendalam kalau alasan Pak Menteri, di negara Islam begitu, di Abu dhabi begitu, Malaysia begitu, makanya wajar ada pro kontra," kata dia.

"Dan (wacana) ini (datang dari) di Kemenag bukan dari (Pemerintah Provinsi) Jabar, makanya harus didistribusikan (informasinya) secara baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama Kota Bandung mewacanakan naskah khotbah Jumat disiapkan pemerintah. Hal ini bertujuan agar rambu-rambu yang bisa mencederai kehidupan toleransi bisa terjaga.

Terpisah, Menteri Agama Fachrul Razi membantah telah memberikan perintah agar naskah khotbah Jumat mengikuti keinginan pemerintah.

"Enggak, enggak. Belum pernah kita ngomong," tegas Fachrul di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1).

Mantan Wakil Panglima TNI ini mengaku hanya sempat berbincang dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Yusuf Umar soal naskah khotbah Jumat di Arab Saudi yang disiapkan pemerintah.

"Saya cerita apa yang ada di Arab Saudi, apa yang ada di negara arab lainnya, apa yang ada di Emirat Arab. Silakan pahami itu, enggak pernah saya katakan nanti di Indonesia akan begini," jelasnya.

Fachrul menekankan dia belum berniat untuk mengubah kebijakan naskah khutbah yang sudah diterapkan selama ini di Indonesia. "Belum pernah berpikir mengubah-mengubah. Saya cerita saja supaya dipahami, oh di sana begini," ucapnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Menag Tak Pernah Bahas Rencana Tema Khotbah Jumat Diatur Pemerintah
Tema Khotbah Jumat Bakal Diatur, Kemenag Kota Bandung Siapkan Naskah untuk Khatib
MUI Sebut Wacana Kemenag Mengatur Naskah Khutbah Jumat Berlebihan
Khatib Istiqlal: Mampu Menahan Emosi Buahnya Pemberian Maaf pada Orang Lain
Sumarsono minta khutbah di masjid tak ada bau politik

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.