Ridwan Kamil Soal Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar: Jangan Sampai Kolaps

Ridwan Kamil Soal Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar: Jangan Sampai Kolaps
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. ©2021 Pemprov Jabar
PERISTIWA | 14 Juni 2021 18:26 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Hasil evaluasi dan analisa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lonjakan kasus Covid-19 akibat mudik dengan mayoritas klaster keluarga. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berharap fasilitas beserta tenaga kesehatan bisa cukup untuk melakukan penanganan pasien.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, angka keterisian rumah sakit secara keseluruhan pada saat Idulfitri berada di angka 29 persen. Pekan ini, angkanya meningkat 65 persen secara keseluruhan. Di beberapa rumah sakit daerah angkanya hampir menyentuh 100 persen.

Persiapan yang paling memungkinkan adalah menambah kasur untuk pasien di rumah sakit agar angka keterisiannya tidak sampai 85 persen. Kalau sudah mentok, opsi hotel dan gedung non pemerintah untuk fasilitas kesehatan dihidupkan lagi.

“Titik terbaik penanganan Covid-19 justru statistiknya pada saat hari Salat Idulfitri, kita di 29 persen rumah sakit. Sekarang naik ke 65 persen. Oleh karena itu dalam kedaruratan ini, tindakan kita adalah menambahi kapasitas (tempat pasien) di rumah sakit,” kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (14/6).

“Klasternya mayoritas klaster keluarga. Jadi walaupun tidak mudik ada kunjungan kunjungan ke rumah rumah itu ternyata tinggi. Kalau di Jateng yang tinggi itu dari ziarah, dan sekarang lagi luar biasa bahayanya,” jelasnya.

Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk bisa membantu penanganan dengan berdisiplin dalam protokol kesehatan di tengah pemerintah mempercepat jangkauan vaksinasi. Emil mengerti bahwa kondisi pandemi yang berkepanjangan membuat sebagian besar masyarakat mengalami kejenuhan.

Jika protokol kesehatan terabaikan, maka peningkatan kasus akan terus terjadi. Kondisi itu akan membuat kebijakan pengetatan bisa dihidupkan kembali. Tempat perekonomian seperti mal bisa ditutup lagi hingga work from home (WFH).

“Nah harapannya jangan sampai kita kolaps. Oleh karena itu, jangan jadi korban lagi dengan selalu protokol 5 M saja. Semua juga sudah jenuh, semua juga sudah bosan tapi kalau nanti terjadi kedaruratan yang dirugikan kita juga,” terang Emil.

“(Kalau tidak taat protokol kesehatan) Kita harus WFH lagi dari rumah, mall ditutup lagi jam operasionalnya, jalan jalan dan sebagainya. Kita tidak menginginkan itu menjadi berkepanjangan. Makanya bantulah penanganan ini dengan 5 M tadi. Plus kita lagi mengakselerasi vaksinasi,” tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Kasus Covid-19 DKI Melonjak, Pemerintah Tambah Tempat Tidur Pasien di Wisma Atlet
Penjelasan Setda Aceh Terkait Keberadaan Gubernur Nova Iriansyah
Hari Ini, Kasus Covid-19 di DKI Kembali Bertambah 2.000 Lebih Kasus Positif
Kasus Covid-19 Jateng Melonjak, Dinkes Solo Minta RS Tambah Jumlah Tempat Tidur
Kasus Kematian Covid-19 Bertambah Lebih dari 200 Per 14 Juni
Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Keterpakain Tempat Tidur di RS Tangerang 77%

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami