Ridwan Kamil Teliti Penyebab Covid-19 pada Klaster Keluarga di Bodebek

Ridwan Kamil Teliti Penyebab Covid-19 pada Klaster Keluarga di Bodebek
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan. ©2020 Istimewa
PERISTIWA | 6 Oktober 2020 20:51 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan bahwa di kawasan Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) saat ini, penyebaran Covid-19 pada klaster keluarga sedang tinggi-tingginya. Emil mencontohkan, dari 200 kepala keluarga yang ada di Bogor, rata-rata tiga orang yang terpapar.

"Jadi ini dilaporkan juga di Kota Bekasi. Klaster keluarga ini datang dari klaster kantor. Karena mayoritas kerja di Jakarta. Ini sedang kita teliti, klaster kantornya Jakarta atau klaster kantornya sendiri. Apakah karena kantor yang di Bogor atau KTP Bogor yang klaster kantornya di Jakarta. Nanti kita akan teliti" kata Ridwan Kamil di Depok, Selasa (6/10).

Ridwan Kamil kembali datang ke Depok untuk memantau penanggulangan Covid-19. Dia ingin memastikan ada kesamaan langkah di Bodebek dalam mengatasi Covid-19.

"Ini minggu kedua saya bertugas rutin di Depok. Salah satunya saya melakukan koordinasi dengan kepala daerah Bodebek, untuk memastikan kesamaan gerak," tuturnya.

Diia pun ingin adanya sinkronisasi kebijakan pembatasan kegiatan yang ditetapkan hanya sampai pukul 18.00 WIB. Karena saat ini kebijakan tersebut di beberapa wilayah belum sama.

"Misalnya perbatasan Depok dengan Kabupaten Bogor ternyata yang kanan tutup, kirinya masih buka. Itu sedang kita samakan," tegasnya.

Untuk Bodebek saat ini rata-rata sudah melewati batas WHO dalam hal ketersediaan ruang isolasi. Oleh karenanya, Ridwan Kamil menginstruksikan rumah sakit di Bodebek agar memfungsikan tambahan ruang perawatan.

"Yang tadinya total 1.000 kan ternyata sudah terpakai misalkan 70 persen, nah 1.000 tempat tidur itu tolong ditambahi rumah rumah sakit masing-masing nyumbang berapa sehingga selalu di bawah 60 persen. Itu strategi kita untuk menjaga ketersediaan ruang isolasi jangan sampai melewati 60 persen. Sekarang rata-rata di 70 persen," paparnya.

Dikatakan, untuk Depok ada tiga dinamika yang diwaspadai. Pertama persoalan Covid-19. Kedua banjir dan ketiga Pilkada. "Saya dengar sudah ada di beberapa tempat (banjir). Jangan sampai tiga hal ini mengganggu resources kita. Kuncinya satu, disiplin saja sambil nunggu vaksin karena tidak ada lagi perlawanan orang-orang sehat dalam mengatasi Covid-19 kecuali disiplin. Kuatkan ibadah sebagai makhluk beragama karena kunci semangat adalah spiritualitas," pungkasnya. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami