Ridwan Kamil tengok Amin mantan atlet senam yang tergusur

PERISTIWA | 14 Agustus 2015 12:57 Reporter : Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bertemu dengan mantan atlet senam nasional, Amin Ikhsan (42), Jumat (14/8) siang. Emil, sapaan akrabnya, melihat kondisi kediaman Amin yang tinggal di tenda, bekas tergusurnya kawasan Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Menggunakan sepeda biru miliknya, Emil ingin melihat warga yang masih bertahan di tengah puing-puing reruntuhan bangunan, khususnya Amin yang belakangan menjadi sorotan media massa. Apalagi Amin juga sedang dalam kondisi sakit gagal ginjal.

Pria berkaca mata tersebut saat tiba di lokasi langsung tertuju pada tenda yang dihuni pria peraih peringkat ke-7 atlet senam terbaik Asia dalam ajang Suzuki World Cup di Jepang pada tahun 2000 lalu.

"Nanti dibicarakan malam yah, masa juga setiap urusan harus detil-detilnya saya.

Kalau memang ada kendala, saya menyediakan waktu," kata Emil, di lokasi, Jumat (14/8).

Menurut dia, Pemkot Bandung melakukan penggusuran karena memang warga menghuni di atas lahan milik pemerintah. Beberapa pilihan sudah diberikan pada korban penggusuran dengan menempati rusunawa di Rancacili.

"Opsi Rancacili-kan sudah diberikan. Ada pilihan satu, dua, tiga sampai lima. Opsi limanya ya mengurus sendiri. Opsi itu sudah sangat demokratis. Yang harus diberikan pengertian bahwa ini milik negara," ungkapnya.

Dia belum bisa mengambil tindakan ihwal masih ada 50 kepala keluarga yang bertahan di tengah puing-puing penggusuran.

"Besok saja ya hasil obrolan nanti malam akan seperti apa dan akan bermuara kemana," katanya.

Amin mengaku, tetap bertahan lantaran hak yang diminta soal penggantian ganti rugi belum jelas. Termasuk pilihan untuk menempati Rusunawa milik Pemkot Bandung.

"Saya minta yang layak. Apalagi saya memiliki usaha studio musik. Kalau di sana ga akan muat," ungkapnya.

Belum lagi lokasi Rancacili yang jauh dari lokasi tempatnya cuci darah, di Rumah Sakit Santo Yusuf. "Kan jauh saya kondisinya begini," lanjut dia.

Ada tiga bangunan di atas lahan 190 meter persegi milik dia yang digusur Pemkot Bandung. Lebih dari 13 hektare akan direvitalisasi Pemkot Bandung untuk dijadikan kawasan apartemen dan ruang terbuka hijau.

(mdk/hhw)