Ridwan Kamil Tunggu Informasi Distribusi Vaksin yang Dibeli Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Tunggu Informasi Distribusi Vaksin yang Dibeli Pemerintah Pusat
Ilustrasi vaksin. ©Shutterstock.com/baitong333
PERISTIWA | 14 Oktober 2020 16:58 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pengadaan vaksin yang dilakukan oleh pemerintah pusat kemungkinan hadir di bulan Desember. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunggu informasi pola pembagian vaksin yang akan dilakukan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan vaksin saat ini terbagi ke dalam dua opsi. Pertama melalui produksi sendiri namun masih dalam tahap uji klinis. Kemudian yang kedua adalah pembelian oleh pemerintah pusat.

"Yang dibeli langsung itu kemungkinan bulan depan dan Desember sudah hadir, yang kedua vaksin yang dites pada diri saya akan diproduksi dalam negeri oleh Biofarma dan itu jumlahnya bisa ratus juta dosis kira-kira begitu," katanya di Pusdai, Kota Bandung, Rabu (14/10).

"Nah yang dibeli langsung ini jumlahnya terbatas maka sedang dicarikan formasinya, siapa yang lebih dulu atau didahulukan dalam memperoleh vaksin. Nanti komposisinya dimana tentu akan kita informasikan tapi yang pasti didahulukan kepada mereka yang berada di garis depan tenaga kesehatan," terang pria yang akrab disapa Emil itu.

Selain untuk tenaga kesehatan, vaksin yang dibeli pemerintah pusat, menurutnya, kemungkinan besar didahulukan di wilayah yang masuk dalam kategori zona merah. Namun, dia mengaku belum mendapatkan informasi detil mengenai pola distribusinya.

"Berapa jumlahnya itu masih dibicarakan. Mungkin dalam minggu-minggu ini ada kabar detil yang diberi secara langsung untuk masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat," ungkapnya.

Menurut Emil, akhir dari pandemi adalah orang yang sakit bisa sembuh dengan jumlah yang banyak, imun masyarakat kuat oleh vaksin. Kabar mengenai vaksin ini harus disikapi secara optimistis.

"Berita vaksin sudah datang mudah-mudahan menjadi cerita akhir dari pandemi yang melelahkan ini hanya karena jumlahnya terbatas maka kita harus berikhtiar supaya jumlahnya sesuai dengan yang membutuhkan. Karena vaksin itu juga disuntikkan harus dua kali jadi. Jumlah penduduk Indonesia banyak dan itu sebuah tantangan yang luar biasa tapi berita baik itu sudah dekat lah," ujarnya.

Disinggung mengenai insentif tenaga kesehatan, dia mengklaim, urusan itu sudah diurus langsung oleh Dinas Kesehatan. Ia sendiri sudah menginstruksikan untuk segera selesai.

"Sudah tidak ada masalah dan sampai Desember juga anggaran covid sudah disetujui dimaksimalkan untuk namanya BTT (Biaya Tak Terduga) terkait Covid-19 di dalamnya ada insentif juga dalam melengkapi kebutuhan untuk vaksin," pungkasnya. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami