Rindu Penjaga Palang Kereta Enam Kali Lebaran Tidak Mudik

PERISTIWA | 7 Juni 2019 22:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mudik atau pulang kampung merupakan tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat yang merantau di luar kota ketika Lebaran tiba. Bahkan tradisi itupun dilakukan sebelum jauh-jauh hari sebelum perayaan Idul Fitri.

Akan tetapi hal tersebut tak dirasakan oleh Yogi Mardian yang bekerja sebagai Penjaga Jalur Lintasan (PJL) kereta api di Pos Guntur, Menteng, Jakarta Pusat.

Dia bersama ketiga temannya harus bergantian waktu bekerja dengan sistem shift ketika Lebaran. Dari empat petugas PJL di pos kerjanya, dua di antaranya asli Betawi dan dua lainnya orang Jawa asli.

Saat ditemui Liputan6.com, Yogi yang mengenakan pakaian dinas orange tengah menerima pemberitahuan kedatangan kereta dari Stasiun Manggarai ke arah Stasiun Duri. Setelah menerima informasi itu, dia langsung keluar dari pos kerjanya untuk memberikan simbolis keamanan kepada masinis yang melintas.

Sambil mencatat waktu kedatangan kereta yang melintas, Yogi mengaku sudah enam tahun tak pulang kampung ke Kebumen, Jawa Tengah. Bersama istrinya, mereka berdua tinggal di Depok, Jawa Barat.

"Saat Lebaran kerja di kereta itu memang lagi sibuk-sibuknya," kata Yogi, Jumat (7/6).

Pagi saat Lebaran bersama istrinya, pria berumur 29 tahun ini menunaikan salat Idul Fitri bersama. Setelah itu, barulah saling bergantian menelepon keluarga masing-masing untuk halalbihalal.

Dia mengaku sangat merindukan suasana Lebaran di kampung halaman. Sebab, suasana dan berbagai tradisi yang biasanya dia lakukan sejak kecil hanya dapat dilakukan di kampung kelahiran.

"Kalau dulu telepon saja, tapi sekarang sudah canggih bisa lewat video call sama keluarga," ucapnya.

Sebelum bekerja sebagai PJL, Yogi setiap tahun menyempatkan diri untuk mudik Lebaran untuk kumpul bersama keluarga. Kendati begitu, Yogi telah menyiapkan tanggal bersama istrinya untuk mudik setelah libur Lebaran.

"Biasanya saya dan istri pulang setelah tiga atau empat Minggu setelah Lebaran. Biasanya hanya empat hari saja," ujar dia.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Begini Cara Petugas Pantau Kepadatan Lalu Lintas di Tol Trans Jawa
Sistem Satu Arah Diberlakukan, Begini Arus Lalin di Tol Palimanan
Antisipasi Arus Balik, Jasa Marga Berlakukan Gerbang Tol Mini di Cikampek
Imbas Adanya Tol, Penjual Oleh-oleh di Pantura Kehilangan Pendapatan
H+2 Lebaran 2019, Tol Cikampek Utama Ramai Lancar
Jelang Arus Balik, Transjakarta Sediakan Layanan Gratis Pulo Gebang-Pulo Gadung
H+2 Lebaran, Pemudik Berangkat dari Stasiun Gambir Meningkat 6 Persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.