Ringkus Kartel Narkoba, Polisi Amankan 7,9 Kilogram Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi

Ringkus Kartel Narkoba, Polisi Amankan 7,9 Kilogram Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi
Polisi Ringkus Kartel Narkoba. ©2021 Merdeka.com/Erwin Yohanes
NEWS | 27 September 2021 13:13 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Narkotika jenis sabu seberat 7,9 kilogram lebih dan ribuan pil ekstasi disita polisi dari dua jaringan kartel narkoba internasional. 6 pelaku dalam kasus ini pun diringkus polisi saat menerima paket sabu yang dikirimkan melalui jalur ekspedisi tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan, pengungkapan kasus narkotika ini merupakan hasil kerjasama polisi dengan Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya. Dalam kasus ini, polisi mengungkap pengiriman narkoba yang dikirimkan dari Malaysia dan Afrika.

Untuk pengungkapan narkotika dari Malaysia, polisi menangkap dua tersangka bernama Rany Aswad (39) warga asal Maluku Utara dan Idoko Chikwado Kenneth (34) warga negara asing dari Nigeria.

"Awalnya ada kecurigaan dari petugas bea cukai soal paket dari luar negeri. Paket itu diduga berisi narkoba. Mereka lantas menghubungi Polda Jatim dan bekerjasama mengungkap kasus ini," katanya, Senin (27/9).

Paket lalu dikirimkan ke alamat yang tertera yakni di Apartemen City Park Gate Barat, Jalan Kamal Raya Cengkareng, Jakarta Barat dengan pengawalan ketat polisi. Paket pun lalu diterima kedua tersangka.

"Tersangka RA bersama ICK menerima paket tersebut. Mereka kemudian ditangkap dan diminta membuka paket yang berisi delapan bungkus plastik sabu-sabu 3.984 gram dan 1.780 pil ekstasi," tandasnya.

Ia menyebut, berdasarkan keterangan tersangka, paket itu didapat dari seseorang berinisial K dari Malaysia dengan menggunakan ekspedisi laut. Untuk menyamarkan narkoba itu, paket sabu dan ekstasi dimasukkan kedalam kaleng makanan serta dicampur dengan pakaian.

"Rencananya sabu-sabu dan pil ekstasi itu akan diedarkan oleh kedua pelaku ke seluruh Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, jaringan narkoba kedua yang diungkap polisi diketahui berasal dari Afrika Selatan. Dari kasus ini polisi menangkap 4 orang tersangka berinisial DS, RZ, ST, dan FK.

Dari tangan keempat tersangka ini, polisi menyita narkotika jenis sabu dengan berat 4,067 gr. Narkotika diketahui berasal dari Afrika Selatan.

"Sabu diselundupkan dengan menggunakan koper yang telah dimodifikasi. Lalu ditutupi dengan makanan agar terlihat seperti paket makanan biasa," ujar Gatot.

Seperti halnya kasus pertama, paket dikirimkan melalui ekspedisi. Para penerima, lalu membuat kesepakatan dengan kurir untuk menerima paket di sebuah jalan yang sudah ditentukan.

"Mereka minta bertemu di rest area Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Setelah paketan berhasil dipindahkan ke mobil para tersangka, petugas lalu melakukan penangkapan," tambah Gatot.

Gatot menambahkan, saat ini kedua kasus masih dilakukan proses pengembangan. Sebab, polisi meyakini ada banyak jaringan yang belum terungkap untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia. Total, narkoba yang disita dari dua jaringan itu adalah kurang lebih 7,9 Kg lebih.

Para tersangka pun dijerat Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 dan atau Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (mdk/fik)

Baca juga:
BNN Gagalkan Peredaran 122 Kg Sabu Lewat Operasi Laut Interdiksi Terpadu
Dalam Tiga Bulan, Polres Jakbar Sita Puluhan Kilogram Ganja dan Sabu
Bongkar 8 Kasus Peredaran Narkotika, Polres Jakbar Sita Puluhan Kilogram Ganja & Sabu
Simpan 20 Paket Sabu, 2 Warga Lebak Ditangkap Polisi di Kontrakan
Miliki Puluhan Paket Narkoba, Lima Orang Ditangkap Polisi di Bengkulu

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami