Risma Berencana Bangun Lumbung Sosial di 8 Titik Rawan Longsor di Bangil Bali

Risma Berencana Bangun Lumbung Sosial di 8 Titik Rawan Longsor di Bangil Bali
Mensos Tri Rismaharini. ©ANTARA/HO-Humas Ditjen Linjamsos
NEWS | 19 Oktober 2021 12:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma berencana membangun lumbung sosial di delapan titik rawan longsor di Bangil, Bali. Pasalnya, saat mengunjungi lokasi bencana longsor akibat gempa bumi di sana, Risma menyadari bahwa kondisi geografis Bangli memang berada di bawah kaki bukit yang berjajar mengelilingi sejumlah desa.

Menurut Risma hal itu belajar dari penanganan longsor di Luwu, Sulawesi Selatan. Risma merencanakan lumbung sosial (bufferstcck) itu bakal diisi bahan makanan dan juga bahan bakar minyak.

"Jadi kalau sewaktu-waktu terjadi bencana, warga tetap terpenuhi kebutuhan makanannya. Pak Bupati mohon dibantu untuk penyiapan lokasinya," katanya dalam keterangan tulis, Selasa (19/10).

Untuk meminimalkan dampak bencana, Risma juga minta didirikan tenda sebagai titik evakuasi. "Tidak usah menunggu longsor ya. Kalau sudah hujan besar, segera menyelamatkan diri ke tenda ya," pintanya.

Bangil menjadi salah satu lokasi yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Dewata itu pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Gempa dengan magnitudo 4,8 itu cukup berdampak pada Desa Trunyan, Bangli, Bali. Di sana Risma juga membagikan makanan anak, selimut dan kasur merah.

Dari sini, Risma dan rombongan bergerak menuju titik lokasi bencana kedua yakni Banjar Jati Tuhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Dia melihat dari dekat kondisi lokasi bencana dan menyapa warga terdampak bencana. Mantan Wali kota Surabaya itu juga menyerahkan bantuan berupa bantuan logistik, makanan anak, matras, dan kasur merah.

Untuk meringankan beban masyarakat, Kemensos tercatat telah menyalurkan bantuan logistik, santunan untuk ahli waris korban meninggal dan bantuan untuk korban luka. Sebelum kehadiran Mensos telah disalurkan bantuan logistik untuk Kabupaten Bangli yang bersumber dari gudang logistik Kabupaten Bangli berupa kasur merah 5 unit, makanan anak 32 paket, selimut merah 10 lembar, family kit 10 paket.

Bantuan logistik juga sudah disalurkan sebelum kehadiran Risma bersumber dari Gudang Kabupaten Karangasem berupa makanan anak 20 paket, selimut merah 20 paket, kasur 20 paket, family kit 20 paket, tenda gulung 20 paket, matras 20 paket, kidsware 2 paket.

Sementara Bantuan logistik yang disalurkan saat kunjungan Mensos bersumber dari Gudang Provinsi Bali ke Dinsos Kabupaten Karangasem berupa makanan anak 120 paket, matras 60 lembar, selimut 60 lembar, kasur 20 unit, tenda gulung 50 lembar, peralatan dapur keluarga 30 paket, family kit 30 paket, kids ware 30 paket, foodware 30 paket, tenda serbaguna 1 unit. Total nilai untuk semua bantuan logistik sebesar Rp 248.189.122.

Selain itu, dalam kunjungan ke Bangli Risma juga menyerahkan santunan ahli waris secara simbolik. Yakni untuk 2 orang korban meninggal di Bangli sebesar Rp 3 juta atau masing-masing Rp15 juta. Santunan luka berat 3 orang Rp 15 juta atau masing-masing 5 juta.

Santunan ahli waris untuk 1 orang korban meninggal di Kabupaten Karangasem Rp15 juta. Santunan luka berat 3 orang Rp15 juta. Santunan luka ringan 3 orang Rp 6 juta. Total nilai santunan di kedua daerah sebesar Rp 81 juta. Dengan demikian total bantuan Kemensos baik berupa bantuan logistik maupun santunan sebesar Rp 329.189.122.

Reporter: Yopi M
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Risma Desak Daerah Percepat Distribusi Bansos: Ini Berpengaruh Pada Pemulihan Ekonomi
VIDEO: Emosi Mensos Risma Meledak, Marah-Marah Hadapi Protes Pendemo di Lombok Timur
Program Kampus Merdeka Pejuang Muda, Kemensos Alokasikan Rp178 Miliar
CEK FAKTA: Hoaks Presiden Jokowi Akan Reshuffle Risma Karena Suka Marah-Marah
Risma Harap Anak-Anak Kenali Perjuangan Pahlawan Indonesia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami