Risma Wajibkan Warga Surabaya Keluar Kota Lebih dari 3 Hari Jalani Tes Swab

Risma Wajibkan Warga Surabaya Keluar Kota Lebih dari 3 Hari Jalani Tes Swab
PERISTIWA | 28 Oktober 2020 21:31 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan aturan wajib tes usap atau Swab bagi warga yang lebih dari 3 hari keluar kota. Aturan yang dituangkan dalam Surat Edaran tersebut sebagai antisipasi melonjaknya penyebaran covid-19 pascalibur dan cuti bersama ini.

Dalam SE yang dikeluarkan pada 26 Oktober 2020 bernomor 443/9620/436.8.4/2020 itu, Risma mengimbau pada Ketua RW/RT, pemilik atau pengelola kos, hotel, apartemen, serta pengelola perumahan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 serta meningkatkan kewaspadaan menjelang musim penghujan.

Risma juga berpesan kepada masyarakat agar di masa pandemi Covid-19, seluruh pekerja atau karyawan untuk tidak melakukan perjalanan liburan ke luar Kota Surabaya. Pada libur bersama dan cuti 2020 ini, mereka diharapkan tetap berkumpul bersama keluarga di tempat tinggal masing-masing.

"Serta melakukan persiapan dalam menghadapi potensi bencana, antara lain hujan lebat disertai angin kencang, dan gelombang tinggi air laut sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," tulis Wali Kota Risma dalam SE tersebut.

Sedangkan bagi warga penghuni Surabaya yang telah melakukan perjalanan ke luar kota lebih dari 3 hari, wajib menunjukkan hasil RT-PCR atau Swab negatif pada saat datang ke Surabaya.

"Apabila belum memiliki hasil RT-PCR / Swab, warga dapat melakukan pemeriksaan RT-PCR/Swab test pada fasilitas layanan milik Pemkot Surabaya," lanjut SE itu.

Beberapa layanan pemeriksaan RT-PCR/Swab yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya adalah di Puskesmas yang dapat dimanfaatkan warga Surabaya sesuai dengan domisili masing-masing. Pemeriksaan di Puskesmas dibuka pada hari dan jam pelayanan bagi pekerja, karyawan yang ber KTP Kota Surabaya.

Kemudian, warga juga dapat melakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Jalan Gayungsari Barat No 124 Surabaya, dengan ketentuan tanpa dipungut biaya bagi warga KTP Surabaya.

"Sedangkan untuk warga yang ber KTP luar Kota Surabaya dikenakan biaya Rp 125 ribu per orang," begitu isi bunyi surat yang ditandatangani Wali Kota Risma.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, menambahkan lantaran situasi saat ini masih di tengah pandemi, Wali Kota Risma mengeluarkan surat edaran terkait libur panjang akhir Oktober 2020.

"Jadi warga Surabaya diimbau untuk tidak bepergian ke luar kota selama liburan. Mereka diimbau untuk tetap bersama keluarga di rumah," kata Febri.

Apalagi, kata Febri, berdasarkan laporan BMKG, ada potensi bencana alam yang dapat terjadi di musim ini. Sehingga, bagi Wali Kota Risma, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi hal yang utama.

"Laporan BMKG saat ini kondisi cuaca tidak menentu, jadi untuk keselamatan bersama diharapkan warga tetap stay di Kota Surabaya," jelasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Satgas Covid-19 Indramayu Terbitkan Aturan Prokes di Pilkada 2020
VIDEOGRAFIS: Cara Menjelaskan Virus Corona kepada Anak
Polri: Tak Ada Penyekatan saat Libur Panjang, Tapi Patuhi Protokol Covid-19
Liburan ke Puncak, Wisatawan Wajib Rapid Test Covid-19
Tingkat Pemakaian Tempat Tidur Pasien di RSD Wisma Atlet Turun
Libur Panjang, Pengunjung Ragunan Naik Hampir 2 Kali Lipat
Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Hari Pertama Libur Panjang Tertinggi Sejak Pandemi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami