Romo Magnis Minta OPM Hentikan Pendekatan Bersenjata

PERISTIWA | 23 Agustus 2019 22:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Franz Magnis Suseno atau akrab disapa Romo Magnis meminta jangan ada pihak-pihak yang memanasi lagi keadaan di Papua, termasuk oleh OPM sendiri. Dia meminta OPM bisa menghentikan pendekatan bersenjata. Menurutnya, ini dapat menyudahi dari rentetan yang terjadi di Papua.

"OPM hentikan pendekatan bersenjata. Itu tidak punya masa depan. Itu hanya menambah kematian, yang akan rugi orang Papua sendiri," kata Romo Magnis yang hadir dalam acara Gerakan Suluh Kebangsaan untuk menyikapi masalah Papua, di Jakarta, Jumat (23/8).

Dia mengatakan, Papua bagian sah dari Indonesia dan tak bisa disamakan dengan Timor Timur atau Timor Leste.

"Papua bagian sah dari Indonesia, jangan dikira akan sama dengan Timor Timur. Papua itu memang sudah sah Indonesia," ungkap Romo Magnis.

Dia meminta tidak ada lagi security approach atau pendekatan dengan militer dalam menghadapi masalah Papua. Melainkan, harus dengan dialog.

"Kalau itu dilakukan, dibuka dengan suatu dialog yang sungguh-sungguh. Jadi pihak Papua dengan sini, mencari secara terbuka, banyak orang Papua yang mengerti dan akan bersedia," jelas Romo Magnis.

Meski demikian, dia tak mau bicara perlu atau tidaknya pihak keamanan Indonesia menarik seluruh pasukan dari Papua.

"Ini masih ada OPM. Sangat sulit mengatakan kita tarik saja seluruh yang bersenjata, tentara. OPM bikin sulit. Tetapi sebetulnya bisa dikurangi," katanya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Satu Anggota KKB Tewas Tertembak Kelompok Egianus Kogoya
Kontak Senjata di Wamena, Bupati Jayawijaya Minta Warga Tak Terprovokasi
Kontak Senjata Terjadi di Wamena Papua, 1 Anggota KKB Tewas
Mengupas Sepak Terjang Goliat Tabuni, Petinggi KKB Papua
Briptu Hedar, Sosok Polisi Penumpas hingga Pembebas Sandera KKB Papua
Kronologi Tewasnya Briptu Hedar usai Disergap Kelompok bersenjata di Papua

(mdk/eko)