RS Darurat Covid-19 TNI AD Siap Dibangun di Benteng Vastenburg Solo

RS Darurat Covid-19 TNI AD Siap Dibangun di Benteng Vastenburg Solo
Persiapan pembangunan RS Darurat Covid-19 TNI AD di Beteng Vastenburg Solo. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo
PERISTIWA | 22 Januari 2021 10:43 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Logistik untuk pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 yang dikirimkan dari Jakarta mulai berdatangan di halaman Beteng Vasternburg, Solo, Jumat (22/1). Rumah sakit lapangan untuk penanganan Covid-19 yang diinisiasi TNI AD mulai dibangun hari ini.

“Logistik untuk pembangunan rumah sakit telah tiba hari ini. Dan hari ini juga akan dilaksanakan gelar, kita dibantu oleh relawan, KNPI dan Menwa. Sinergitas ini menunjukkan sedemikian besar antusias masyarakat Surakarta dalam menyambut bantuan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk mendirikan rumah sakit lapangan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menekan angka Covid-19 di Kota Solo,” ujar Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar.

Rano menjelaskan, proses gelar atau pembangunan infrastruktur rumah sakit lapangan ini akan memakan waktu sekitar 7 hari. Namun untuk kesiapan operasional tenaga medis, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan komandan rumah sakit lapangan.

“Rumah sakit ini harus steril, sehingga untuk bisa mensterilkan setelah bongkar muat, kemudian gelar ini butuh waktu lagi. Saya rasa tidak lama, tidak selama dilaksanakannya kelar,” terangnya.

Untuk operasional, pihaknya belum bisa memastikan kapan dapat dilakukan. Namun diperkirakan dibutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk gelar dan ditambah persiapan-persiapan operasional yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan.

Rano mengatakan, kedatangan logistik rumah sakit tiba di Vastenburg mulai sekitar pukul 21.00 WIB. Ada Trailer 5, 1 unit mobil laboratorium, 2 unit ambulans 9 truk pengangkut tenda, 1 unit mobil tangki air, 1 truk kamar mandi dan sejumlah kantainer.

“Ini kan rumah sakit yang mobile, semi permanen. Jadi kalau seandainya rumah sakit permanen sudah mampu menampung keterinfeksian masyarakat, akan kita lakukan evaluasi lagi keberadaan rumah sakit yang portabel ini,” katanya.

Rano berharap rumah sakit lapangan tersebut juga dianggap sebagai bagian daripada upaya-upaya pemerintah daerah. Sehingga keberadaan rumah sakit tersebut harus terkoneksi dan tersinergi.

“Rumah sakit ini bukan hanya milik TNI AD saja, tapi harus diintegrasikan Dengan kegiatan kegiatan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” pungkas Rano. (mdk/ray)

Baca juga:
Update 22 Januari: 806 WNA Positif Covid-19, 74 Menjalani Perawatan
Biden akan Wajibkan Pemakaian Masker di Pesawat, Bus, dan Kereta
Positif Covid-19 Usai Divaksinasi, Bupati Sleman Yakin Bukan Karena Sinovac
Permintaan Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19 di Jember Tinggi, Ini Alasannya
Menengok Katedral di Inggris Dijadikan Pusat Vaksinasi Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami