RSPI Sulianti Saroso Pastikan Satu Pasien Dirawat Negatif Virus Corona

PERISTIWA | 25 Januari 2020 14:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, mengeluarkan surat keterangan hasil uji laboratorium terkait terduga pasien virus corona. Pasien merupakan warga negara Indonesia yang baru saja melakukan perjalanan dari China.

Direktur Medik dan Perawatan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Diany Kusumawardhani mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), pasien tersebut tidak terjangkit virus corona (nCoV).

"Bersama ini kami ingin melakukan klarifikasi informasi tentang pasien yang saat ini dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Pasien tersebut bukan suspect nCoV. Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan negative corona virus," kata Diany, seperti dikutip dari surat ditandatanganinya, Sabtu (25/1).

Sebelumnya, terduga pasien terjangkit virus corona telah dirawat sejak Rabu 22 Januari 2020 lalu. Pokja Penyakit Infeksi Emerging RSPI Sulianti Saroso, Pompini Agustina menyampaikan, pasien merupakan warga negara Indonesia yang baru saja melakukan perjalanan dari China.

"Masuk RS sudah demam di atas 38 derajat, radang tenggorokan, dan flu batuk," tutur Pompini di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Jumat(24/1).

Direktur Medik dan Perawatan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Diany Kusumawardhani menambahkan, kondisi tersebut memang bagian dari gejala penderita virus corona.

"Jadi memang yang harus mendapat perhatian khusus kalau mengalami gejala-gejala sesuai dengan itu, biasanya ada demam, batuk, dan sesak nafas, kemudian ada riwayat perjalanan dari China," jelas Diany.

Menurut Diany, pihaknya telah mengambil sampel dahak dan cairan dalam hidung pasien untuk diuji laboratorium. Hasilnya akan keluar sekitar dua hingga tiga hari ke depan.

"Sampai saat ini belum bisa dipastikan cara penularan seperti apa, maka sebaiknya mendapatkan perawatan terisolasi. Tapi tentunya tergantung dengan kondisi penderita itu," Diany menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra (mdk/gil)

Baca juga:
Antisipasi Virus Corona, Shanghai Disney dan Tempat Wisata China Tutup
Antisipasi Wabah Virus Corona, Gerai McDonald's di Lima Kota di China Tutup
Darurat Virus Corona, Pembeli Masker di China Membeludak
5 Ancaman Virus Corona ke Ekonomi Indonesia
RSUD Jombang Siapkan Ruang Isolasi Penderita Virus Corona
Harga Emas Naik Tajam Dipicu Kekhawatiran Virus Corona
Sudah 41 Orang Meninggal karena Virus Corona, Termasuk Dokter di China

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.