RSUD Kudus Siapkan Ruang Khusus Caleg Stres yang Sulit Bedakan Realitas & Imajinasi

PERISTIWA | 23 Maret 2019 01:35 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, mempersiapkan penambahan kapasitas ruang perawatan di bangsal jiwa, untuk antisipasi kemungkinan membeludaknya jumlah pasien, terutama usai Pemilu yang dimungkinkan ada calon anggota legislatif yang mengalami gangguan jiwa atau stres karena gagal.

"Total tempat tidur yang disiapkan di bangsal jiwa sebanyak 38 unit, dan siap ditambah ketika jumlah pasiennya membeludak," kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Aris Jukisno di Kudus, Jumat (22/3).

Ia memperkirakan penambahan yang masih bisa dilakukan hingga 45 tempat tidur dengan berbagai kelas ruang rawat, yakni mulai dari ruang kelas 3, kelas 2 dan kelas 1 dengan ruangan ber-AC.

Untuk memastikan pasien mengalami gangguan jiwa, akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu dan tidak langsung dimasukkan ke bangsal jiwa.

"Kalau gejalanya belum berat, maka ditempatkan di ruang Edelwis, Anggrek 1 dan 2. Sedangkan di ruang Cempaka 1 untuk psikosis atau mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi, seperti bicara sendiri, lama tidak tidur dan bersikap emosional," ujarnya.

Disediakannya ruang rawat inap khusus dengan jumlah tempat tidur cukup banyak, disebabkan karena RSUD Kudus merupakan rumah sakit rujukan regional pelayanan kesehatan jiwa.

"Dari Kabupaten Rembang, Blora, Purwodadi, Jepara dan Demak biasanya merujuk pasiennya ke RSUD Kudus sehingga menjelang Pemilu 2019 perlu disediakan ruang rawat dan sumber daya manusianya sebagai langkah antisipasi ketika ada caleg yang stres," ujarnya.

RSUD Kudus memiliki dua dokter spesialis, 17 perawat jiwa bersertifikat serta memiliki apotek klinis khusus pasien gangguan jiwa.

Terkait tes psikologi ratusan caleg, kata Dokter Jiwa RSUD Kudus Syarifah Rose mengungkapkan berdasarkan hasil sebelumnya, kapasitas mental atau kemampuan menghadapi masalah para caleg cukup baik.

"Pemeriksaan objektif bagus. Akan tetapi ada risiko yang mereka hadapi karena menjadi peserta Pemilu Legislatif 2019 merupakan stressor atau situasi yang penuh dengan tekanan, sehingga ada faktor lain yang menjadi penyebab," ujarnya.

Tingkat kemampuan seseorang menghadapi masalah juga berbeda-beda, sehingga ketika ada yang sampai stres bisa saja ada yang cepat beradaptasi dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. (mdk/cob)

Baca juga:
RSJ Palembang Siapkan 8 Kamar Khusus Bagi Caleg Stres
Ini Tanda Caleg Mengalami Gangguan Jiwa Akibat Kalah Pemilu
Ini Saran Dokter Jiwa untuk Para Caleg Jelang Pemilu 2019
Analisa Dokter Soal Para Caleg Terancam Gangguan Jiwa
RSJ Lawang Siap Terima Caleg Stres karena Gagal Terpilih di Pemilu 2019
RSUD Bayu Asih Purwakarta Siapkan Ruangan Khusus untuk Caleg Stres

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.