RSUP Sanglah Uji Laboratorium Covid-19 secara Mandiri

RSUP Sanglah Uji Laboratorium Covid-19 secara Mandiri
PERISTIWA | 29 Maret 2020 01:34 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan untuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, saat ini sudah bisa melakukan uji laboratorium virus corona atau covid-19 secara mandiri.

"Atas seizin Menteri Kesehatan, rumah sakit Sanglah sudah diberikan izin untuk melakukan pemeriksaan atau uji laboratorium sendiri dan kami telah menyiapkan fasilitas untuk itu termasuk tenaga medisnya," kata Koster di Denpasar, Bali, Sabtu (28/3).

Ia menyampaikan, uji laboratorium itu sudah dimulai sejak tanggal 26 Maret 2020 lalu. Dengan demikian, untuk uji covid-19 tidak perlu lagi dikirim ke Jakarta atau Surabaya, Jawa Timur.

"Rumah Sakit Sanglah sudah bisa melakukan uji laboratorium dari pasien covid-19. Dengan demikian hasil pemeriksaan yang kami terima jadi lebih cepat, karena selama ini kami mengirimkan ke Jakarta juga ke Surabaya," ujarnya.

"Karena hasilnya cukup lama (dan) antrian cukup banyak dari berbagai daerah. Sekarang, kami melakukan secara mandiri di Rumah Sakit Sanglah milik Pemerintah Pusat. Namun kami lengkapi dengan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan," ujar Koster.

Koster juga menyampaikan, selama ini di Bali untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sudah menangani 130 pasien. Namun, dari 130 PDP itu setelah keluar hasilnya ada sebanyak 87 orang yang dinyatakan negatif virus corona atau covid-19.

"Jumlah pasien dalam pengawasan sekitar 130 orang kemudian yang negatif 87 orang sudah keluar dan sudah balik kerumahnya karena sudah dinyatakan sehat," kata Koster.

Kemudian, untuk pasien yang positif covid-19 ada sebanyak 9 orang. Dari 9 orang itu 4 adalah warga asing dan 5 warga negara Indonesia."Masih terdapat 38 orang yang di rawat di rumah sakit. Baik di rumah sakit Sanglah maupun juga ada 10 rumah sakit milik pemerintah daerah," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

RS Universitas Udayana Segera Tangani Pasien Covid-19

Gubernur Koster juga menyampaikan, untuk fasilitas di rumah sakit rujukan di Kabupaten dan Kota ada sekitar 88 ruang isolasi untuk menghadapi covid-19 itu.

"Jadi kami masih memiliki kapasitas ruang isolasi yang memadai untuk menghadapi sekiranya ada penambahan pasien yang positif. Tapi sampai saat ini yang positif 9 orang," jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk persiapan covid-19 ini pihaknya telah menyiapkan Rumah Sakit Universitas Udayana (RS Unud) sebagai pusat isolasi covid-19.

"Sejalan dengan itu juga, kami mendengarkan masukan dari berbagai pihak. Kami telah menyiapkan rumah sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Udayana sebagai pusat isolasi pasien covid-19 maupun juga pencegahan covid-19," jelasnya.

Ia menerangkan, RS Universitas Udayana akan difungsikan atau beroperasi pada tanggal 7 April 2020 mendatang dan sekarang masih dalam persiapan.

"Maka rumah sakit daerah lainnya yang saat ini merawat pasien covid-19 kami hentikan supaya penyebaran itu bisa dilokalisir tidak menyebar ke berbagai daerah. Jadi dengan demikian pengelolaan covid-19 di Bali dapat dilokalisir dan itu hanya dipusatkan di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Udayana," ujarnya.

Selain itu, Gubernur Koster juga menyampaikan untuk fasilitas penanganan covid-19 sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Seperti alat pelindung diri atau APD sebanyak 4000 unit dan rapid test sebanyak 3.800 unit.

"Dan itu baru tahap pertama dan juga akan dikirim lagi pada tahap berikutnya. Sampai saat ini apa yang sudah dikirim oleh Pemerintah tersebut langsung kami distribusikan melalui Satgas kepada rumah sakit rujukan yang menangani covid-19 ini, di semua kabupaten dan kota yang ada di Bali," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, untuk alat rapid test sudah dilakukan kepada sejumlah warga yang ada di Bali. Terutama kepada para tenaga medis yang bertugas dan para tenaga kerja asal Bali yang bekerja diluar negeri yang saat ini berada di Bali dan dikarantina.

"Sudah dilakukan pemeriksaan kemarin, yang bertugas di rumah sakit rujukan untuk memastikan agar para tenaga medis betul-betul sehat. Kemudian juga kami fokuskan untuk tenaga kerja warga Bali yang bekerja diluar negeri yang saat ini pulang dari berbagai negara karena keinginan sendiri atau karena kebijakan pemerintah setempat," ujarnya.

"Sehingga harus pulang, kami harus melakukan karantina kemudian begitu masuk karantina begitu mendapatkan rapid test kami langsung periksa dengan peralatan itu. Begitu negatif diberikan surat keterangan sehat kemudian bisa pulang kerumahnya dan diisolasi secara mandiri," sambung Koster.

Menurut Gubernur Koster, dengan adanya alat rapid test cukup membantu dan cepat mengetahui hasil covid-19 dan itu adalah indikasi yang baik untuk mengantisipasi adanya covid-19.

"Hasilnya cukup cepat itu sekitar 15 menit hasilnya sudah keluar. Sehingga demikian tidak perlu lama lagi dan menurut informasi dari para dokter itu tinggkat keakuratannya mencapai 99 persen. Sehingga kami percaya bahwa peralatan tersebut bisa menjadi indikasi yang baik untuk melihat perkembangan covid-19 di Bali ini," ujar Koster. (mdk/ded)

Baca juga:
RSUP Sanglah Uji Laboratorium Covid-19 secara Mandiri
Update Corona di Sulsel: 33 Positif, 80 PDP, 365 ODP dan 4 Orang Meninggal Dunia
Pemkab Berau Putuskan Karantina Wilayah Dua Pekan
346 TKI dari Malaysia Tiba di Kepulauan Meranti, Sehat tapi Berstatus ODP
Wali Kota Kediri Umumkan Satu Warganya Positif Covid-19
Gunakan Model Richards Curve, ITB Prediksi Corona di Indonesia Berakhir Awal Juni

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami