Rudiantara janjikan buka akses telegram jika Durov penuhi syarat

Rudiantara janjikan buka akses telegram jika Durov penuhi syarat
CEO Telegram datangi Kemenkominfo. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
PERISTIWA | 2 Agustus 2017 06:51 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara masih akan melanjutkan pertemuan dengan pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov di Jakarta. Keduanya membahas SOP konten negatif yang ada di platform Telegram.

Rudiantara di Istana Kepresidenenan, Jakarta, Selasa (1/8) kemarin mengatakan Pavel Durov sudah siap bekerja sama dengan RI terkait SOP tersebut.

"Prinsipnya telegram mau kerja sama, membuat. Sekarang bicara detil untuk pembuatan dari SOP. Bagaimana tata caranya, orangnya design siapa, organisasinya mana, itu yang selama ini tidak ada," ungkap dia.

Kepada Pavel Durov, Rudiantara menyampaikan akan membuka kembali akses telegram di Indonesia. Dengan syarat setelah SOP konten negatif di telegram rampung.

"Jadi nanti setelah ini selesai, SOPnya udah pasti, udah jelas, orangnya udah kesini, kita buka lagi," kata dia.

Meski demikian, Rudiantara belum bisa memastikan kapan SOP bisa diselesaikan. Butuh waktu untuk menggarap SOP tersebut.

Pertemuan antara Rudiantara dengan Pavel Durov di kantor Kemenkominfo kemarin berlangsung hangat. Rudiantara mengaku sempat mengajak Pavel Durov makan siang bersama sebelum pertemuan.

"Saya kasih sayur genjer, gurame goreng, nasi ijo, udang, sambel," sambungnya. (mdk/rhm)

Menkominfo makan siang bersama CEO Telegram, unggah foto di Twitter

CEO Telegram temui Menkominfo

Datangi Kemenkominfo, CEO Telegram jadi rebutan foto selfie

Menkominfo: Kita mau bahas SOP dengan Telegram

Temui Menkominfo, CEO Telegram janjikan blokir konten berbau radikal

Bos Telegram belum pastikan buat kantor di Indonesia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami