Rumah yang Tertimbun Longsor di Garut Terus Bertambah, Ratusan Warga Dievakuasi

Rumah yang Tertimbun Longsor di Garut Terus Bertambah, Ratusan Warga Dievakuasi
PERISTIWA | 5 Desember 2020 00:32 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Camat Talegong, Kabupaten Garut, Frederico menyebut bahwa saat ini jumlah rumah yang tertimbun longsor di wilayahnya bertambah menjadi 18. Bertambahnya jumlah rumah yang tertimbun pun menjadikan jumlah warga yang mengungsi kian bertambah.

"Awalnya hanya ada 7 rumah tertimbun dan 40 lainnya terancam longsor. Namun dari data terakhir, ada 18 rumah tertimbun dan 55 rumah lainnya terdampak. Datanya masih terus diverifikasi sama BPBD. Sekarang semuanya masih mengungsi," sebut Frederico, Jumat (4/12).

Semua warga yang rumahnya tertimbun, terdampak, dan terancam longsor, menurutnya sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Hal tersebut dilakukan karena khawatir muncul longsor susulan sehingga langsung dikosongkan.

"Ada sekitar 120 jiwa yang kini tinggal di SMPN 1 Talegong yang menjadi tempat mengungsi sementara. Beberapa warga lainnya ada yang tinggal di rumah tetangga, kerabat, atau saudaranya yang aman," ungkapnya.

Ia belum mengetahui pasti hingga kapan warga harus mengungsi. Namun ia memastikan bahwa kebutuhan logistic warga yang tinggal di pengungsian mencukupi. Bantuan pun saat ini berdatangan, mulai dari pakaian, makanan, hingga obat-obatan.

Saat ini, pergerakan tanah menurutnya masih terjadi sehingga diperlukan kajian lebih lanjut dari BPBD dan PVMBG. "Harus otomatis direlokasi. Kemiringan tanahnya juga terus bertambah. Tak hanya yang tertimbun, tapi juga untuk rumahnya yang terancam," tutupnya.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari di wilayah selatan Garut menyebabkan bencana alam longsor di Kecamatan Talegong. Tujuh rumah tertimbun dan jalan provinsi yang menyambungkan Garut dengan Bandung tertutup total.

Komandan Koramil Caringin, Kapten Arm Haryanto mengatakan bahwa longsor terjadi pada Kamis (3/12) sekitar pukul 05.40 WIB.

"Lokasi longsor di Kampung Sawah Jeruk, RT 05 RW 02, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong," kata Hariyanto.

Longsor tersebut menyebabkan jalan provinsi yang menghubungkan antara Pangalengan dan Rancabuaya tertutup total. Selain menutup jalan, tujuh rumah pun diketahui tertimbun material longsoran tanah. (mdk/bal)

Baca juga:
Lahan di Kawasan Perhutani Longsor, 585 Jiwa di Cisewu Garut Mengungsi
Longsor di 20 Titik, Warga Diimbau Tunda Perjalanan Medan-Berastagi
Jalan Utama Lintas Selatan Bandung-Garut di Talegong Tertutup Longsor
20 Titik Longsor Jalur Medan-Berastagi Sebabkan Lalin Lumpuh, Ini Kondisi Terbarunya
20 Titik Longsor Putus Akses Medan-Berastagi, 1 Pengguna Jalan Tewas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami