Rumah Zakat Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Pengelolaan Hewan Kurban

Rumah Zakat Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Pengelolaan Hewan Kurban
PERISTIWA | 2 Juli 2020 13:31 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Rumah Zakat menerapkan protokol kesehatan sesuai yang ditentukan Kementerian Pertanian dalam mengelola hewan kurban di masa pandemi Covid-19, selain aspek syariah dalam mengolah daging kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

"Selain memperhatikan aspek syariah, pengelolaan kurban kita lakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Covid-19," kata CEO Rumah Zakat Nur Efendi di Bandung, seperti dilansir Antara, Kamis (2/7).

Dia mengatakan Covid-19 yang menjadi pandemi global tidak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga pada ekonomi, sosial hingga ancaman krisis pangan dunia dan Rumah Zakat memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi melalui program Superqurban.

Selain itu, FAO (Food and Agriculture Organization) atau Organisasi Pangan PPB merilis laporan bahwa pandemi Covid-19 bisa mengakibatkan ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan nutrisi.

Guncangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemik mengancam ekonomi dan akses terhadap makanan. Sebagai negara yang juga tengah berjuang melawan pandemi Covid-19, Indonesia harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya potensi kerawanan pangan sebagai dampak pandemi Covid-19.

Mengatasi hal itu, kata Nur, Rumah Zakat memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi melalui Program Superqurban.

"Dengan Superqurban jutaan ton daging kurban yang habis tiga hari dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan sebagai ikhtiar terwujudnya ketahanan pangan Indonesia," kata Nur Efendi.

Nur menjelaskan Superqurban merupakan program optimalisasi kurban dengan mengolah dan mengemas daging kurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang yang tahan hingga tiga tahun.

Dia menuturkan pengelolaan hewan kurban hingga penyembelihan dilakukan di peternakan yang professional dengan penerapan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan untuk petugas pemotongan, penerapan physical distancing, penggunaan APD (masker, sarung tangan dan baju khusus), penerapan cuci tangan, hingga penyemprotan disinfektan.

"Proses pengolahan daging kurban menjadi rendang dan kornet juga mengikuti standar kesehatan Covid-19," kata dia.

Lebih lanjut Nur mengatakan dengan inovasi Superqurban, pembagian daging qurban tidak akan menimbulkan kerumunan di masyarakat karena Superqurban didistribusikan langsung oleh para Relawan Rumah Zakat secara merata kepada masyarakat terdampak Covid-19, masyarakat yang membutuhkan di kawasan tertinggal, terluar dan terdepan Indonesia, serta daerah yang terkena bencana.

Sepanjang 2019 Rumah Zakat telah menyalurkan 394.208 paket Superqurban, Sedangkan dari Januari hingga Mei 2020 146.518 paket Superqurban telah disalurkan di berbagai wilayah dari Aceh hingga Papua, termasuk kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Superqurban menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 terutama mereka yang pendapatannya berkurang selama pandemi. Superqurban akan terus didistribusikan sepanjang tahun untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa-masa sulit," kata dia.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi, guncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih berlanjut, hal ini menyebabkan PHK hingga menurunnya tingkat pendapatan masyarakat.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ini, Rumah Zakat ingin memberikan peluang kepada masyarakat terdampak pandemi untuk menjadi produktif melalui Duta Qurban.

Dengan menjadi Duta Qurban masyarakat akan mendapatkan pendapatan tambahan dari penjualan program qurban untuk kebutuhan ibadah pekurban Rumah Zakat.

"Selain untuk mensyiarkan kebermanfaatan qurban sebanyak-banyaknya, melalui Duta Qurban ini kita sekaligus ingin menggerakkan kembali perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19," ujar Nur Efendi.

Beragam kemudahan dan benefit yang menarik akan ditawarkan untuk para Duta Qurban. Adapun Untuk bergabung menjadi Duta Qurban masyarakat tinggal mengakses https://dutaqurban.rumahzakat.org/ lalu ikuti alur dan persyaratan yang ada di halaman tersebut. (mdk/eko)

Baca juga:
Melihat Simulasi Penyembelihan Hewan Kurban Selama Pandemi
Hewan Kurban Masuk ke DIY Harus Dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan
Kemenag Keluarkan Aturan Protokol Kesehatan Salat Idul Adha & Penyembelihan Kurban
Pemkot Solo Antisipasi Virus Alpha Corona pada Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Pemkot Jaktim Terapkan Aturan Distribusi Hewan Kurban saat Pandemi Covid-19
Kementan Keluarkan Rekomendasi Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami