RUU Cipta Kerja Diharapkan Mampu Tekan Angka Pengangguran, Terutama saat Pandemi

RUU Cipta Kerja Diharapkan Mampu Tekan Angka Pengangguran, Terutama saat Pandemi
PERISTIWA | 7 Juli 2020 00:22 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at Law (IClaw), Hemasari Dharmabumi menilai RUU Cipta Kerja dibutuhkan untuk mengatasi angka pengangguran yang masih di atas 5 persen. Apalagi di saat pandemi covid-19.

"Sangat urgent RUU Cipta Kerja kalau menurut saya. Sebetulnya tidak ada Covid pun urgent, Kenapa? Karena tingkat pengangguran kita masih tinggi di atas 5 persen," jelas Hemasari, Senin (6/7).

"RUU ini adalah rancangan undang-undang untuk menciptakan lapangan pekerjaan," jelas dia.

Hemasari mengungkapkan terciptanya lapangan kerja berkat RUU Cipta kerja berdampak positif bagi buruh. Sebab, dia mengatakan buruh akan mendapat pekerjaan.

BPS menunjukkan pada tahun 2019 angka pengangguran terbuka sebesar 5,28 persen. Terdapat 5 orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja di Indonesia.

"Kalau tingkat pengangguran tinggi itukan negatif buat buruh. Karena kalau dalam situasi pengangguran tinggi, menjadi sulit buat buruh menciptakan kesejahteraannya atau menegosiasikan kesejahteraannya," tutur Hemasari.

Hemasari berkata hukum pasar ketenagakerjaan mengatakan bahwa tingkat pengangguran yang tinggi akan membuat kesejahteraan buruh menjadi rendah. Oleh karena itu, dia mendukung pemerintah menciptakan RUU Cipta Kerja yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan agar pengangguran tidak meningkat.

"Sekarang pengangguran kita tinggi nih. Kalau pengangguran bisa diatasi, otomatis kesejahteraan akan naik. Kenapa? Sulit pasti bagi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja kan. Oleh karena itu posisi tawar buruh lebih baik," katanya.

Hemasari mengatakan RUU Cipta Kerja bisa menarik investasi di dalam negeri. Dampaknya membuka peluang banyak orang untuk mendapat pekerjaan.

"RUU Cipta Kerja ini untuk mencipta pekerjaan kan. Pencipta pekerjaan itu perusahaan, bukan buruh. Buruh kan yang mengisi lapangan pekerjaan. Jadi UU ini untuk menarik investasi. Positifnya buat buruh ya berarti yang menganggur semakin sedikit," tutup Hemasari. (mdk/ded)

Baca juga:
RUU Cipta Kerja Diarahkan untuk Permudah Regulasi dan Gairahkan Investasi
Evaluasi Prolegnas 2020: RUU Keamanan Laut Ditunda, KUHP & Ciptaker Dipertahankan
RUU Cipta Kerja Dinilai Beri Perlindungan Lebih ke UMKM
Ketua Baleg DPR: RUU Cipta Kerja Mudahkan Pelaku UMKM
Pengusaha Minta RUU Cipta Kerja Tak Terapkan Upah UMR untuk Usaha Mikro dan Kecil
Baleg DPR Nilai RUU Cipta Kerja Ramah untuk UMKM

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami