Ryamizard Ryacudu Minta Reuni Akbar 212 Tak Jadi Momentum Provokasi

PERISTIWA | 25 November 2019 19:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tak mempermasalahkan jika kelompok 212 menggelar reuni akbar di Monas, awal Desember mendatang. Ryamizard menyampaikan agar reuni akbar 212 dilaksanakan dengan tertib, damai dan menyejukkan.

"Enggak apa-apa (melaksanakan reuni 212). Tetapi, harus tertib, damai. Itu penting, menyejukkan," kata Ryamizard di sela dialog kebangsaan bertajuk 'Gelorakan Semangat Bela Negara Dalam Menghadapi Ancaman Terorisme, Radikalisme dan Liberalisme' di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin (25/11).

Namun, dia meminta reuni akbar 212 tidak menjadi momentum provokasi. Ia meminta kepada siapa pun agar jangan sampai ada orasi yang disampaikan yang nantinya justru membuat situasi keamanan nasional menjadi gaduh.

"Orasinya kebangsaan saja. Kita menarik simpati bangsa ini. Tunjukkan bahwa inilah 212 yang tertib dan damai," ucap purnawirawan jenderal bintang empat itu berharap.

Ryamizard mengingatkan soal kerukunan umat beragama karena Indonesia tidak hanya dihuni satu kelompok agama dan keyakinan. "Kita sudah Pancasila. Sila pertama kalau diterjemahkan Lakum Dinukum wa Liya Diin, agamamu agamamu, agamaku agamaku," tutur dia.

Terkait dengan ancaman negara, Ryamizard menyebutkan ada tiga yang bersifat nyata dan tidak nyata. Ancaman yang tidak nyata, kata dia, adalah ancaman perang terbuka antarnegara, tetapi ancaman tersebut kecil kemungkinan terjadi.

"Ancaman perang terbuka antarnegara di ASEAN ini kemungkinan kecil sekali terjadi, kecuali kedaulatan kita terganggu, itu kita perang karena kita mempertahankan negara," ujarnya menegaskan.

Kemudian ancaman nyata, kata dia, kaitannya dengan terorisme, bencana alam, narkoba, intelijen dan lain-lain. "Ketiga, soal mindset. Waktu saya Menhan, saya tiga kali mengundang rektor, menyerap aspirasi, dan pandangan dari rektor terkait perubahan mindset ini," katanya. (mdk/ded)

Baca juga:
Habib Rizieq Diharapkan Pulang Hadiri Reuni Akbar 212
Mahfud MD Soal Reuni 212: Tidak Usah Dibesar-besarkan, Biasa Saja
Moeldoko Tanggapi Reuni 212: Suasana Sudah Tenang, Masyarakat Ingin Damai
Polri Belum Terima Surat Permintaan Izin Reuni 212
Anies Restui Penggunaan Monas Oleh Alumni 212
Pimpinan MPR Ingatkan Massa Reuni 212 Tak Melakukan Aksi Melanggar UU

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.