Saat Laju Kuda Pustaka 'Tersandung' Virus Corona

Saat Laju Kuda Pustaka 'Tersandung' Virus Corona
PERISTIWA » MALANG | 28 Maret 2020 05:03 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Sudah hampir dua pekan, Ridwan Sururi pegiat Perpustakaan Berjalan Kuda Pustaka tak berkeliling ke sekolah-sekolah di desa Serang, Kabupaten Purbalingga, lereng timur gunung Slamet. Sudah dua pekan, Sururi hanya berdiam di dalam rumah.

Rak kayu berisi berbagai buku yang menyebarkan keanekaragaman pengetahuan untuk anak-anak sekolah dasar di pelosok desa tersebut teronggok di sudut ruangan perpustakaan. Sedang Luna, kuda jenis bonsai yang membawa keceriaan pada anak-anak meringkuk di dalam kendang.

Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di mata Ridwan Sururi tak hanya mengancam kesehatan, tapi juga membuat derap literasi perpustakaan berjalan jadi sunyi. Dengan kata lain, pandemi Covid-19 membawa bencana ikutan. Wabah Covid-19 telah mensenyapkan energi sosial untuk berbagi pengetahuan.

“Saya hanya bisa berharap, situasi pandemi ini tidak berlarut-larut,” kata Ridwan, Jum’at (27/3).

Ia memperhatikan, ruang perpustakaan di kediamannya yang saban sore biasanya dikunjungi warga kini sepi. Jika pun ada pengunjung, hanya 1 atau 2 orang selama dua pekan ini. Sururi, sejak Covid-19 mewabah telah menyiapkan hand sanitizer di kediamannya. Pada pengunjung, ia menyarankan untuk membawa buku untuk di baca di kediamannya.

“Pandemi ini membuat orang takut. Saya juga takut. Perpustakaan sepi,” katanya.

Sururi mengenang, pada awal menjalankan kuda pustaka, ia memang dihantui soal minat baca masyarakat rendah. Justru fakta yang ia dapat di lapangan sebaliknya. Dia kaget ternyata minat baca warga tinggi.

“Dulu Kuda Pustaka terkendala sulitnya mendapat buku. Saat ini buku banyak, tapi taka da yang membaca karena takut virus Corona,” ujarnya.

Aktivitas berkeliling sekolah yang telah ia lakukan sejak tahun 2014 begitu dirindukan oleh Sururi. Setiap pagi, saat ia mencari rumput untuk pakan kuda-kudanya, ia melihat jalanan lengang. Ia merasa kehilangan, keceriaan anak-anak yang berangkat sekolah dan kerap menyapanya.

Pandemi Covid-19, tak bisa ditampik memang membawa dampak ikutan secara sosial maupun ekonomi. Ridwan Sururi yang menggantungkan pendapatan ekonominya dengan menawarkan jasa keliling kuda wisata dihadapkan jalan buntu.

Bila tiap akhir pekan ia membawa Luna jadi kuda tunggang bagi wisatawan, kini terpaksa menganggur. Pasalnya, Lembah Asri Wisata Desa Serang untuk sementara berhenti beroperasi sejak merebak Covid-19.

“Untuk saat ini, mau tak mau berhutang. Memang begini kenyataan hidup di situasi sulit ini,” kata Sururi.

Ridwan Sururi dan Kuda Pustaka, di tengah kenyataan pandemi Covid-19 hanyalah salah satu kisah pahit yang terpaksa menghentikan energi sosialnya. Sururi pun hanya salah satu kisah pahit yang menghentikan pekerjaannya di sektor wisata karena wabah Covid-19.

Sururi, yang tinggal jauh di lereng timur Gunung Slamet itu memang hanya dapat berharap. Wabah Covid-19 segera berlalu mengembalikan aktivitas setiap orang seperti sebelumnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Apa itu Literasi? Simak 3 Pengertiannya Menurut Institusi Dunia
Kampung Literasi Jatipulo Tumbuhkan Minat Membaca Anak
2.132 Buku Koleksi Perpustakaan Kota Malang Bisa Diakses di HP
VIDEO: Menengok Ruang Baca di Stasiun MRT Jakarta
'Ruang Baca Jakarta' Sensasi Menikmati Buku Sambil Memandang Ibu Kota
Minat Baca Anak Indonesia di Bawah Malaysia, Ini Tanggapan Mendikbud Nadiem

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami