Saat Sekjen PDIP dibuat pangling dandanan Happy Djarot, Eva & Ribka di Hari Ibu

Saat Sekjen PDIP dibuat pangling dandanan Happy Djarot, Eva & Ribka di Hari Ibu
PERISTIWA | 22 Desember 2017 12:50 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - DPP PDIP melaksanakan Kursus Pancasila dan Sarinah: "Platform Gerakan perempuan Nasional" untuk memperingati Hari Ibu pada Jumat (22/12) di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut hadir politisi perempuan dari PDIP seperti Ribka Tjiptaning, Dewi Djakse, dan Eva Sundari. Selain itu hadir pula istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Happy Farida Djarot.

Acara dibuka Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Dalam sambutannya Hasto mengaku pangling dengan penampilan Happy Farida Djarot. "Nyaris pangling saya lihat tampilannya," ujarnya.

Saat baru sampai di lokasi acara, Hasto berkeinginan memotret Happy dan mengirimkan foto itu ke Djarot Saiful Hidayat. "Saya tadi sempat mau foto dan kirim ke Mas Djarot karena penampilan Mbak Happy ini berbeda," kata dia. Happy Farida mengenakan kebaya berwarna merah yang dipadankan dengan kain dan selendang batik berwarna senada.

happy djarot di hari ibu

Happy, kata Hasto, merupakan bagian dari representasi kekuatan cadangan PDIP. "Bahwa yang punya Kostrad itu bukan hanya TNI. Kita juga punya komando cadangan strategis angkatan dapur umum, ada Mbak Happy," selorohnya.

Selain memuji penampilan Happy, Hasto juga memuji penampilan politisi Ribka Tjiptaning yang terlihat berbeda. Biasanya, kata Hasto, Ribka kerap terlihat menggunakan sepatu lars yang identik dengan sepatu laki-laki. Tapi pada peringatan Hari Ibu ini, Ribka datang dengan sepatu hak tinggi.

Tak hanya dari segi penampilan, ia juga memuji Ribka sebagai seorang politisi yang menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme. Nilai-nilai itu diterapkan di tengah keluarganya dan memberikan kebebasan bagi anak-anaknya memeluk agama sesuai dengan apa yang diyakininya.

Selain itu, ia juga memuji sosok Eva Sundari yang menjadi penggagas dan merancang pembahasan letak dasar perjuangan perempuan. "Termasuk nanti seluruh kesejatian kaum perempuan dalam membangun karakter bangsa akan ditampilkan dengan baik," pujinya.

Hasto menyampaikan Hari Ibu merupakan hari bersejarah bagi kaum perempuan Indonesia dan bagi PDIP maknanya bukan sekadar Hari Ibu di mana perempuan adalah kodrat yang harus dijalankan tapi sebagai bukti penghormatan atas perjuangan dan pergerakan kaum perempuan Indonesia.

"Jadi kita maknakan Hari Ibu adalah hari perjuangan dan pergerakan kaum perempuan Indonesia," sebutnya. Mengutip Bung Karno, Hasto mengatakan bahwa perempuan adalah sumber peradaban manusia. (mdk/lia)


Anas di Hari Ibu: Maafkan kami abaikanmu hingga tak sadar sudah keriput di wajahmu
Riwayat Solihah, ibu yang menghidupi anaknya dan naik haji dari buku loak
Peringati Hari Ibu, KLN bagikan 250 mawar di Taman Menteng
Jokowi akan hadiri peringatan Hari Ibu di Raja Ampat
Baca puisi Hari Ibu, Gus Ipul ajak perempuan tingkatkan potensi diri
Setelah melahirkan, Nindy baru Merasakan betapa ibu adalah segalanya
Diera Bachir ajak puluhan seleb dan anaknya terlibat pameran ?CelebriKids?

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami