Saat Tetangga Coba Kontak Letkol Heri Komandan KRI Nanggala-402 Hilang di Selat Bali

Saat Tetangga Coba Kontak Letkol Heri Komandan KRI Nanggala-402 Hilang di Selat Bali
Rumah Letkol Heri. ©2021 Merdeka.com/Erwin Yohanes
PERISTIWA | 22 April 2021 16:50 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di utara perairan Pulau Bali. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kini mengerahkan seluruh prajurit untuk mencari keberadaan primadona armada TNI AL tersebut.

Kapal buatan Jerman itu dikomandani oleh Letkol Laut (P) Heri Oktavian. Kini, nasib Letkol Heri beserta 52 ABK masih belum diketahui.

Tetangga Letkol Heri, Anggoro Wicaksono berharap kabar kepastian keberadaan KRI Nanggala-402 segera diketahui. Pun, ia menceritakan sudah tidak bisa mengontak Letkol Heri sejak Selasa, 20 April 2018 kemarin.

Anggoro merupakan Ketua RW4, tempat Letkol Heri tinggal yakni di Jalan Sahempa, RT 2 RW 4, Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya. Sedangkan, Letkol Heri merupakan Ketua RT setempat.

"Hari selasa kita kontak belum ada tanggapan (soal vaksin). Lalu dari pak Lurah ada kabar, Rabu kita kontak lagi enggak nyambung. Sampai akhirnya kita dapat kabar itu (kapal selam)" kata Anggoro saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/4).

Sampai akhirnya, Anggoro memperoleh kabar bila Kapal selam KRI Nanggala-402 yang dipimpin Heri Oktavian hilang kontak di kawasan Perairan Bali. Ia pun berupaya mengkroscek rumah Letkol Heri. Namun, hingga kini memang tidak ada aktivitas apa-apa, lantaran belum ada kejelasan terkait dengan nasib kapal selam tersebut.

Ia dan tetangganya juga tak henti-hentinya memberikan dorongan semangat kepada keluarga Heri. Anggoro berharap, Heri Oktavian dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

"Beliau (Heri) orangnya disiplin, baik, dan tegas. Karena kan juga seorang tentara ya," tuturnya.

Letkol Heri sendiri baru 1,5 tahun menjadi Ketua RT 2 di RW 4 Kelurahan Sukolilo Baru selama 1,5 tahun. Namun, Heri Oktavian baru tinggal di komplek perumahan TNI AL sekitar 5 tahun belakangan.

"Tinggalnya di rumah itu, sama istri dan anak-anaknya," katanya.

Diketahui, TNI mengerahkan lima Kapal KRI dan satu helikopter berkekuatan lebih dari 400 orang untuk mencari KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali, sejak Rabu (21/4) pagi. TNI juga membuka posko crisis center di Markas Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi.

Pencarian kapal selam asal Jerman itu juga dibantu pihak Singapura dan Malaysia. Pencarian hingga kini masih berlangsung. (mdk/rhm)

Baca juga:
Jokowi: Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala-402 Jadi Prioritas Utama
Panglima TNI: Kita Kerahkan Segenap Kemampuan Bawa Pulang Prajurit KRI Nanggala
Kasal: KRI Naggala 402 Belasan Kali Latihan Menembak Torpedo
Menhan Prabowo akan Tambah Kapal Selam Baru
Kasal: KRI Nanggala 402 sangat Layak Beroperasi, Dirawat Secara Berkala

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami