Said Aqil: Pilih Pemimpin Bisa Diterima Semua Pihak dan Mengerti Kebutuhan Rakyat

Said Aqil: Pilih Pemimpin Bisa Diterima Semua Pihak dan Mengerti Kebutuhan Rakyat
Ketua PBNU Said Aqil Siradj. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko
NEWS | 27 Mei 2022 06:01 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengingatkan untuk memilih pemimpin ke depan yang bisa diterima semua pihak. Hal tersebut dikatakan Said Aqil Siradj saat menghadiri halalbihalal yang digelar oleh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kota Depok Jawa Barat dan Islam Nusantara Foundation, Kamis (26/5).

"Yang jelas saya bukan tokoh politik, namun cari pemimpin yang bisa diterima semua pihak, semua suku, agama dan budaya menerima figur itu dan mengerti tentang kebutuhan rakyat Indonesia, pemimpin yang ideal seperti itu," kata Said Aqil, dikutip Antara.

Selain kriteria tersebut, menurut Said Aqil, calon pemimpin juga perlu memiliki kecakapan, kepandaian atau keahlian. Namun yang paling penting adalah memahami keadaan Indonesia dan bisa diterima semua pihak. Serta tidak kalah yang penting lagi bersih dari korupsi.

2 dari 2 halaman

Said Aqil Bicara Pemimpin Ideal

Idealnya kata Said Aqil, bangsa yang sangat plural ini pemimpinnya harus punya semangat pluralis, bangsa yang sangat berbudaya maka pemimpin harus berbudaya.

Menurut dia, jika pemimpin tidak mengenal budaya, tidak ada semangat pluralisme dan tidak ada semangat keberagaman maka bahaya itu.

Dalam acara halal bi halal ini juga, Said Aqil menjelaskan tentang Islam Nusantara. Dia mengatakan beberapa tamu dari Timur Tengah datang kepadanya waktu masih menjadi Ketua Umum PBNU dan beberapa kali ceramah di luar negeri.

Para tamu asal Timur Tengah itu menyampaikan gagasan Islam Nusantara, yang merupakan Islam yang ramah, Islam yang berbudaya. Bukan Islam doktrin atau Islam yang dipaksakan.

"Jadi Islam Nusantara adalah Islam yang cocok dengan bangsa dan masyarakat Nusantara," ujar dia.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Marsudi Syuhud mengatakan Islam Nusantara lahir dari rakyat untuk rakyat dari umat untuk umat yang akan terus menerus mendampingi masyarakat dari beberapa hal.

Menurut dia, ketika dunia krisis pangan maka menjadi peluang bagi bangsa Indonesia, karena 24 jam itu bisa bekerja memenuhi kebutuhan pangan tapi barat ada musim yang tidak bisa tanam. Di Indonesia lahan bisa terus digunakan.

Dia menambahkan, jika ada krisis pangan, maka Islam Nusantara Foundation mengajak kepada seluruh warga bangsa turut memikirkan atau kekurangan pangan dengan menanam yang kemudian bisa dipanen untuk dijadikan persediaan pangan di Indonesia dan luar negeri. (mdk/gil)

Baca juga:
Wapres: PBNU Dikendalikan Pilot Handal, Situasi Segawat Apapun Dapat Diatasi
Airlangga Hartarto Ucapkan Selamat ke Gus Yahya & Terima Kasih ke Said Aqil
Gus Yahya: Terima Kasih Kiai Said Aqil
Pimpinan Sidang Muktamar NU Menangis Saat Ucapkan Selamat Pada Gus Yahya
Profil Gus Yahya, Ketua Umum PBNU Periode 2021-2026
Gus Yahya Jadi Ketum, PBNU Ucapkan Terima Kasih untuk Said Aqil
Said Aqil: Kita Lupakan Apa Terjadi Kemarin dan Bergandengan Tangan Membesarkan NU

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami