Said Aqil: Sambut Ramadan Tak Pantas Masih Saling Caci dan Benci

PERISTIWA | 3 Mei 2019 23:22 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membuang rasa permusuhan setelah Pilpres 2019 berlangsung. Terlebih, pada Senin (6/5), umat muslim akan menjalani puasa di bulan suci Ramadan.

"Menghadapi bulan Ramadan, tidak pantas, tidak layak, kita masih saling caci maki, saling ujaran kebencian, mari kita hormati bulan suci Ramadan, mari kita buang rasa permusuhan, rasa kebencian. Mari bangun persaudaraan," kata Said di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

Terkait Pemilu 2019, ia meminta kepada umat muslim di Indonesia untuk menjaga ketentraman satu sama lain dan sabar menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 22 Mei mendatang.

Daripada saling berujar kebencian karena perbedaan sikap politik, lanjut Said, lebih baik mendoakan para Kelompok Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur saat menjalankan tugasnya.

"Kita percaya pada KPU, Bawaslu, dan DKPP, bahkan kita doakan KPPS yang gugur semoga diterima arwahnya diampuni segala dosanya," ujarnya.

Multaqo ini dihadiri oleh ulama sepuh Kiyai Maimun Zubair (Mbah Moen), Habib Lutfi bin Yahya, Said Aqil Siraj, TGB Turmudi Badarudin, Kiyai Anwar Iskandar, Nasaruddin Umar, Maskuri Abdulillah, Kiyai Masdar F Mas'udi, Habib Salim Jindan dan lainnya.

Baca juga:
Said Aqil Tegaskan Multaqo Ulama Bukan Kegiatan Politik
Said Aqil: Ulama Wajib Mengayomi Masyarakat & Menunjukkan Jalan yang Benar
Pesan-Pesan Sejuk Tokoh Berpengaruh Indonesia Pasca Pemilu 2019
Ma'ruf Amin Hadiri Silaturahmi dan Penyampaian Gagasan Kebangsaan PBNU
PBNU Bersyukur Pemilu Berjalan Damai, Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Resmi KPU
Ketum PBNU Imbau Nahdliyin Tidak Melakukan Gerakan Inkonstitusional usai Pemilu

(mdk/rnd)