Sakit Hati Cinta Tak Direstui, Pemuda di Surabaya Hina Agama dengan Foto Mantan Pacar

PERISTIWA | 15 Oktober 2019 20:22 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Seorang pria di Surabaya diamankan Polrestabes Surabaya karena melakukan penghinaan atau penistaan terhadap salah satu agama melalui akun media sosial (medsos) Facebook. Pelaku berinisial OAS (36) warga Sukolilo, Surabaya.

"Yang bersangkutan ini memposting ujaran kebencian, penghinaan terhadap agama tertentu dengan akun Facebook palsu," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, Selasa (15/10).

Dalam aksinya, pelaku memakai tiga akun Facebook. Sedangkan postingan yang berisi penghinaan terhadap Allah dan Nabi Muhammad serta Al Quran itu, pelaku memakai foto perempuan yang merupakan mantan pacarnya, yakni AG (29), warga Surabaya.

"Tersangka memposting penghinaan terhadap agama itu pada awal tahun 2019. Setelah mendapat laporan dari intelijen, kami (Satreskrim Polrestabes Surabaya) menerjunkan Tim dari Unit Jatanras untuk melakukan penelusuran," katanya.

1 dari 2 halaman

Perburuan Pelaku Dibantu Intelijen

Unit Jatanras yang dipimpin Kanit Iptu Giadi Nugraha dan Kasubnit Iptu Tio Tondy kemudian melakukan penyelidikan. Namun tidak mudah bagi tim ini untuk mencari keberadaan pelaku. Sebab postingan tersebut sudah dihapus oleh pelaku dan akun Facebook palsu buatan pelaku sudah diblokir Facebook lantaran berkonten negatif.

Kendati demikian, berbekal informasi intelijen dan tangkapan layar postingan itu serta lokasi yang sempat dicantumkan dalam postingan tersebut, pelaku akhirnya dapat diamankan.

Diketahui dalam postingannya itu, pelaku memposting sebuah foto kaki seseorang yang menginjak kitab suci umat Islam dan seorang perempuan, yaitu AG. Postingan itu diunggah ke sebuah Grup Facebook. Dalam captionnya, pelaku menuliskan sebuah alamat di Surabaya bila ada pihak yang tidak terima.

"Tapi setelah kami selidiki, foto kaki itu ternyata diambil dari internet, sedangkan foto perempuan yang diposting pelaku itu asli, karena didapat pelaku saat masih berpacaran dengan korban," beber Sudamiran.

"Tersangka dapat diamankan tim Jatanras pada 14 Oktober 2019 di parkiran Marvell City Surabaya," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Posting Foto Mantan Pacar Untuk Ditawarkan Prostitusi

Sementara itu, dalam pemeriksaan terungkap pelaku sengaja memposting foto AG pada unggahan ujaran kebencian dan penistaan agama itu lantaran sakit hati cintanya ditolak orangtua korban.

OAS dan AG menjalin hubungan asmara sejak bulan Desember 2014. Namun bulan April 2016, hubungan tersebut berakhir lantaran tidak direstui orangtua korban.

"Setelah penolakan itu, pelaku mulai memposting foto AG untuk ditawarkan dalam pusaran prostitusi. Saat itu pelaku menggunakan akun Facebook atas nama NOAS," jelas Sudamiran.

Pada Januari 2018, pelaku juga membuat akun Facebook baru dengan nama Chann Sharlynn untuk dapat masuk ke grup JANDA LEBIH MENGGODA, grup SELIMUT TETANGGA, grup TEMAN TAPI MESRA, dan lainnya.

Setelah itu, barulah pelaku membuat akun Facebook dengan nama Merlynn Chan untuk memposting ujaran kebencian atau penghinaan terhadap agama.

Tersangka OAS saat dirilis di Mapolrestabes Surabaya mengungkapkan permintaan maaf kepada seluruh umat Islam di Surabaya maupun Indonesia. Permintaan maaf itu disampaikan di depan sejumlah tokoh Agama Islam dan ormas yang hadir di Mapolrestabes Surabaya.

"Tidak ada maksud bermacam-macam untuk negara. Saya minta maaf kepada seluruh umat muslim di Surabaya maupun Indonesia. Saya tidak akan mengulangi perbuatan saya. Awalnya saya sakit hati saja. Ini urusan pribadi saja," ungkapnya.

Atas perbuatan OAS, polisi menjeratnya dengan Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45a ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45 ayat (3) Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (mdk/gil)

Baca juga:
Kasus Pencemaran Nama Gubernur Sulsel, Eks Ketua Panitia Angket DPRD Dipanggil Polisi
Anggota DPRD Malang Dipolisikan Istri Siri Gara-Gara Sebarkan Foto Bugil
Gubernur Lampung Maafkan Terdakwa yang Catut Namanya di Facebook dan WA
Kritik Rekrutmen ASN di FT Unsyiah, Dosen Dipolisikan
Dosen yang Kritik Rekrutmen ASN di FT Unsyiah Diperiksa Sebagai Tersangka
GP Ansor Solo Raya Laporkan Seorang Pengacara ke Polda Jateng
Terbukti Hina GMNU, Gus Nur Dituntut 2 Tahun Penjara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.