Sakit Hati Dilarang Mudik, Jumadi Ditangkap Polisi Usai Komentar Soal Bom Bali

Sakit Hati Dilarang Mudik, Jumadi Ditangkap Polisi Usai Komentar Soal Bom Bali
PERISTIWA | 22 Mei 2020 14:12 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Polda Bali menangkap seorang pria bernama Jumadi (25) asal Jember, Jawa Timur, karena berkomentar mengandung unsur ancaman di media sosial. Hal itu dia lakukan karena sakit hati dilarang mudik oleh polisi.

"Dari hasil pemeriksaan bahwa pelaku mengakui telah mem-posting posting-an tersebut di atas dengan alasan yang bersangkutan benci terhadap Polri karena dilarang mudik Lebaran," kata Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Suinaci, Jumat (22/5).

Pelaku ditangkap pada Rabu (20/5) lalu, di Jalan By Pass Ngurah Rai, Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali. AKBP Suinaci menerangkan, bahwa pelaku melakukan modus dengan membuat komentar pada posting-an seseorang di media sosial Facebook dengan nama akun 'JUN BINTANG' dengan kalimat "Pasti bisa ke Bali lagi tenang saja kalau dilarang masuk Bali iya bom saja kaya dulu biar mampus wkwkw".

"Kemudian yang bersangkutan mengubah nama akunnya untuk menghilangkan jejaknya," imbuh Suinaci.

Polisi menilai komentar Jumadi berisi muatan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan satu unit handphone, enam lembar screen capture postingan akun Facebook 'Jun Bintang'.

"Saat ini pelaku telah dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Bali," ujar Suinaci.

Pelaku dijerat dengan persangkaan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar. (mdk/cob)

Baca juga:
Warganet Hina Tenaga Medis di Medsos, PPNI Jember Bawa ke Jalur Hukum
Tulis 'Polisi Dajjal' di Kolom Komentar Facebook, Seorang Pria Diciduk
Ini Rangkuman Ceramah Bahar bin Smith yang Diduga Melanggar Program Asimilasi
Langgar Aturan PSBB, Bahar bin Smith Kembali Mendekam di Lapas
Kasus Ujaran Kebencian Ditangani Polisi Selama Covid-19, Hina Presiden hingga Menkes
Kasus Hoaks dan Ujaran Kebencian Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami