Sakit Hati Diminta Uang Rp1 Juta, Seorang Pria di Bekasi Bunuh Pacar

Sakit Hati Diminta Uang Rp1 Juta, Seorang Pria di Bekasi Bunuh Pacar
PERISTIWA | 7 April 2020 02:33 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Aparat Polsek Bantargebang, Kota Bekasi menangkap seorang pria berinisial NP. Pasalnya, pria berusia 47 tahun tersebut membunuh kekasihnya sendiri berisial H (34) karena sakit hati.

Kapolsek Bantargenang, Kompol Ali Joni mengatakan, pembunuhan terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kemuning 2 Nomor 70 RT 02/RW 04, Mustikasri, Mustikajaya pada Jumat (27/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Mulanya, korban datang ke pelaku sambil marah-marah untuk meminta uang sebesar Rp1 juta. Tapi, permintaan itu ditolak karena pelaku tidak memiliki uang. Sementara korban sendiri semakin marah lalu menendang pelaku.

"Pelaku gelap mata kemudian mengambil kain sarung dan menjerat korban sampai meninggal dunia," ujar Ali pada Senin (6/4).

Melihat korban tewas, kata dia, pelaku meletakkan jenazahnya di tempat tidur dan mengganti pakaian yang sudah bersimbah darah. Esok harinya, pelaku meninggalnya jenazah yang ditutup kain sarung untuk kabur ke Sumatera Selatan. Dua hari kemudian, jenazah korban ditemukan oleh penduduk setempat.

"Pemilik kontrakan curiga bau busuk, sehingga membukanya dengan cara mendobrak," kata dia.

Rupanya di dalam rumah, ada mayat perempuan berlumuran darah. Polisi yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di kampungnya di Empat Lawang, Sumatera Selatan.

"Motif yang didapat dari keterangan pelaku adalah sakit hati diperlakukan tidak baik sehingga pelaku khilaf melakukan pembunuhan tersebut," ujarnya.

Tersangka sekarang mendekam di sel tahanan Polsek Bantargebang. Dia dijerat dengan pasa 338 KUHP dengan ancaman penjara selama 15 tahun. Barang bukti disita berupa pakaian korban berlumur darah. (mdk/ray)

Baca juga:
Pemuda Tewas Dikeroyok Puluhan Orang di Flyover Kranji
2 Perampok 'Geng Teras' Pembunuh Pedagang Kelontong di Depok Kembali Ditangkap Polisi
MA Tolak Banding, Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Tetap Dihukum Mati
Modus Ajak Latihan, Pembina Pramuka di OKU Perkosa dan Bunuh Siswi SMP
Jejak Sadis Geng Teras di Depok

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami