Sakit Hati Lamaran Kerja Ditolak, Pelaku Sebar Hoaks & Tipu Nasabah Asuransi

Sakit Hati Lamaran Kerja Ditolak, Pelaku Sebar Hoaks & Tipu Nasabah Asuransi
Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki
PERISTIWA | 16 November 2020 20:33 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Polda Metro Jaya menangkap pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks serta penipuan terhadap sejumlah nasabah asuransi. Modus pelaku, menyebarkan informasi tidak bener terkait tenaga pemasar asuransi dan mengaku bisa membantu nasabah untuk menarik uangnya.

"Tindak kriminal yang dilakukan pelaku, berpotensi merugikan industri asuransi nasional yang dilindungi undang-undang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunur, Senin (16/11).

Pelaku inisial BOB tersebut, kata Yusri, ditangkap di Sumatera Utara, lokasi persembunyiannya. Modus yang digunakan, menyebarkan informasi palsu yang menyatakan bahwa perusahaan asuransi tersebut telah melakukan penipuan kepada nasabah.

Dalam aksinya, BOB memanfaatkan rendahnya literasi masyarakat terhadap asuransi. Para nasabah yang kecewa dengan penurunan kinerja investasi produk asuransi Unitlink yang disebabkan oleh kondisi ekonomi yang sedang melemah di masa pandemi Covid-19, diprovokasi oleh Tersangka dengan menuduh asuransi melakukan penipuan terhadap Nasabahnya. Selanjutnya, tersangka menghasut para nasabah untuk menarik seluruh dananya dari asuransi.

Padahal hasutan tersebut adalah kedok agar Pelaku mendapatkan keuntungan pribadi melalui imbalan sejumlah uang dari para nasabah tersebut. Aksi kriminal tersebut telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, dengan memanfaatkan sejumlah platform sosial media, seperti: Twitter, Facebook, Instagram dan YouTube.

"Tindakan kriminal pelaku diduga kuat telah melanggar pasal 27 UU No. 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang melarang penyebaran informasi dengan muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik," paparnya.

Pada proses pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan Tim Cyber Polda Metro Jaya, tersangka mengakui semua tindak kriminal yang dilakukan. Dalam keterangan di BAP, Pelaku menyatakan perbuatan tersebut dilakukan karena kecewa dan sakit hati karena tidak diterima bekerja di perusahaan asuransi tersebut. Selain itu, pelaku juga mengaku mencari keuntungan pribadi, dengan mengenakan imbalan atas jasanya untuk 'membantu' nasabah asuransi yang terkena hasutan dan bujuk rayu pelaku.

Aksi pelaku bisa berjalan lancar, dikarenakan yang bersangkutan memanfaatkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi khususnya Unitlink. Dalam operasinya, tersangka menyatakan bahwa penurunan kinerja investasi pada produk asuransi Unitlink, dilakukan secara sengaja oleh perusahaan asuransi, sehingga menjadi tanggungjawab perusahaan asuransi.

Menyoal kasus ini, Yusri menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tanpa dasar sumber yang jelas. Pasalnya, jika dilakukan akan merugikan diri sendiri. Kalaupun ada hal yang dianggap tidak sesuai, sebaiknya menggunakan jalur resmi, sesuai kesepakatan bersama dengan perusahaan asuransi. Jangan mengumbar hoax di sosial media karena bisa melanggar UU ITE, terlebih jika tindakan tersebut berpotensi mengganggu perekonomian nasional.

"Kepada semua masyarakat diimbau tidak lagi melakukan penyebaran informasi tanpa dasar yang jelas, terutama di sosial media. Sebab jejak digital tidak akan pernah hilang. Polisi sangat serius dalam menegakkan aturan hukum tanpa pandang bulu," tegasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Megawati Heran Anak Muda Sekarang Mudah Percaya Hoaks
CEK FAKTA: Hoaks Pasutri Bunuh Diri di Roxy Mas Jakarta, Ini Faktanya
CEK FAKTA: Hoaks Goyangkan Tabung Gas Menyebabkan Ledakan
CEK FAKTA: Hoaks Link untuk Dapatkan GoPay Gratis
CEK FAKTA: Hoaks Pesawat TNI Jatuh di Papua pada 9 November 2020

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami