Saksi Kunci Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok 2 Kali Mangkir Panggilan Polisi

Saksi Kunci Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok 2 Kali Mangkir Panggilan Polisi
Ilustrasi Penculikan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock
NEWS | 18 Oktober 2021 20:02 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Saksi kunci kasus penyekapan yang menimpa pengusaha Depok bernama Handiyana Sihombing hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Depok. Saksi kunci yang dimaksud adalah pemilik perusahaan tempat Handi bekerja sebagai direktur. Penyidik sudah dua kali melayangkan surat panggilan namun tetap saja yang bersangkutan mangkir.

"Untuk panggilan kedua bagi pemilik perusahaan belum hadir juga," kata Kasat Reskrim Polrestro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Senin (18/10).

Pihaknya mengaku tidak tahu alasan saksi kunci tidak hadir memenuhi panggilan penyidik. Dikatakan Yogen, pihaknya tidak berkomunikasi dengan keluarga atau perusahaan.

"Kita belum tahu karena kita tidak ada komunikasi dengan perusahaan atau keluarga sedikit memiliki informasi terkait keberadaan owner, tapi masih kita upayakan. Kalau memang keberadaan jelas kita upayakan perintah membawa," paparnya.

Untuk itu penyidik akan menelusuri terkait surat panggilan tersebut apakah diketahui tidak oleh yang bersangkutan. Kalau sebenarnya sudah diketahui namun yang bersangkutan tidak hadir maka ada dugaan yang bersangkutan mangkir.

"Kita cek keberadaannya karena kita pastikan dulu apakah surat panggilan itu sampai ke yang bersangkutan atau tidak, itu kita belum tahu. Kalau memang itu sudah diterima oleh keluarga atau perusahaan maka dan owner sudah tahu berarti kan ada dugaan mangkir, nah panggilan ketiga nanti surat perintah membawa," ucapnya.

Kemudian pihaknya juga sedang menelusuri keberadaan saksi kunci untuk selanjutnya dilakukan upaya pemanggilan paksa. Karena yang bersangkutan sudah dua kali mangkir.

"Nanti kita upayakan untuk keberadaan pemilik perusahaan apakah kalau sudah jelas nanti kita akan lakukan surat perintah membawa. Iya (panggilan paksa) kan sudah dua kali panggilan. Panggilan kedua pekan lalu dan tidak hadir," katanya.

Sampai saat ini sudah empat orang tersangka yang ditetapkan. Mereka adalah M,I, J dan Y. "Masih empat tersangka. Dua tersangka sudah kita lakukan BAP sebagai tersangka juga, sudah hadir juga. Kita lakukan juga mereka untuk wajib lapor," ungkapnya.

Penyekapan ini bermula dari ditudingnya Handi menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 73 Miliar. Pihak perusahaan meminta Handi mengembalikan uang tersebut. Handi pun terpaksa menyerahkan sejumlah asset pada perusahaan karena berada dibawah ancaman. Akhirnya sejumlah benda berharga pun diserahkan Handi pada perusahaan.

"Ada banyak mulai dari tanah, rumah, uang tunai, kendaraan roda empat dan dua. Sesuai kesepakatan mereka dengan saya kurang lebih (nilainya) Rp42 miliar," kata Handi.

Selama tiga hari dia diminta untuk diam dalam kamar hotel. Dalam masa penyekapan itu dia mengaku mendapat ancaman baik fisik maupun psikis. Tak hanya dirinya, bahkan rumah orang tuanya di Ciamis, Jawa Barat pun didatangi oleh orang tak dikenal saat Handi disekap. Dia pun mengaku hingga kini masih trauma berat hingga harus menjalani pemulihan dibantu psikiater.

"Masih trauma karena hampir setiap saat saya dapat ancaman, lihat senjata api, diancam dan lain sebagainya mau dilibas, mau diapa dan sebagainya," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Tersangka Penyekapan Pengusaha Depok Bertambah Jadi 4 Orang, Polisi Kejar Aktor Utama
Polisi Panggil Saksi Kunci Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok
Awal Mula Tudingan Penggelapan Uang Rp73 M Berujung Penyekapan Pengusaha di Depok
Polisi Disebut Sudah Periksa Pemesan Kamar yang Dijadikan Tempat Penyekapan di Depok
Identitas Sudah Dikantongi, 5 Penyekap Pengusaha di Hotel di Depok Diburu Polisi
VIDEO: Fakta-Fakta Terbongkarnya Kasus Penyekapan Pengusaha di The Margo Hotel Depok
Kronologi Pengusaha dan Istrinya Disekap 3 Hari di Kamar Hotel Depok

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami